IHSG Bakal Berfluktuasi, tapi 5 Saham Layak Dipegang
JAKARTA, investor.id – Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) berfluktuasi pada Selasa (2/9/2025). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang resistance 7.780, pivot 7.660, dan support 7.550.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham layak dipegang, salah satunya BBTN.
Baca Juga:
IHSG Ambles Lagi, 6 Saham Justru MeledakPhintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG ditutup melemah di level 7.736,07 (1,21%) pada Senin (1/9/2025), setelah sempat bergerak melemah hingga level 7547. Kekhawatiran akan kondisi keamanan dan politik dalam negeri masih menjadi sentimen negatif.
Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas menambahkan, mulai terjadi bargain hunting pada saham-saham yang turun dalam. “Kenaikan harga emas global juga mendorong pembelian pada saham-saham komoditas emas. Saham sektor teknologi mengalami koreksi terbesar,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (2/9/2025).
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menyebut, indikator MACD dan Stochastic RSI belum menunjukkan tanda-tanda adanya pembalikan arah. Namun Stochastic RSI yang berada di area oversold dan adanya akumulasi beli di level support, mengindikasikan potensi terjadinya technical rebound.
Baca Juga:
Penurunan IHSG Mereda Berkat IniNamun, lanjut Phintraco Sekuritas, peluang rebound akan terkonfirmasi jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.780. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berfluktuasi pada kisaran 7.550-7.780. “Perkembangan situasi keamanan dan politik domestik serta pergerakan rupiah diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini,” tambah Phintraco Sekuritas.
Indikator Ekonomi Solid
Phintraco Sekuritas menambahkan, data indikator ekonomi domestik masih solid, seperti indeks PMI manufacturing naik pada level 51,5 (vs 49,2), yang merupakan level tertinggi sejak Maret 2025 dan memasuki area ekspansi untuk pertama kalinya setelah selama lima bulan berada di area kontraksi.
Tidak hanya itu, Phintraco Sekuritas mengatakan, neraca perdagangan bulan Juli masih membukukan surplus sebesar US$ 4,18 miliar (vs US$ 4,11 miliar). Inflasi Agustus 2025 melambat menjadi 2,31% YoY (vs 2,37%), seiring dengan adanya deflasi sebesar 0,08% MoM.
“Laju inflasi ini masih dalam kisaran target BI yang sebesar 1,5% YoY-3,5% YoY,” jelas Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham layak dipegang, yaitu BBTN, ICBP, ENRG, RAJA dan SMGR.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






