Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 2 September 2025: Terkoreksi

Penulis : Indah Handayani
2 Sep 2025 | 09:28 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/am)
ilustrasi Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/am)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terkoreksi pada Selasa (2/9/2025), di tengah pelaku pasar menantikan serentetan data ekonomi penting dari AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini tekoreksi Sebesar 28,5 poin (0,17%) ke level Rp 16.4447 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,05% ke level 97,82.

Sedangkan pada perdagangan Senin (1/9/2025), mata uang rupiah sempat melonjak sebesar 81 poin (0,49%) ke level Rp 16.418,5.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, dolar AS hanya mampu pulih tipis pada perdagangan Asia, Selasa (2/9/2025), setelah tertekan lima hari beruntun akibat aksi jual. Indeks dolar tercatat naik, usai sempat menyentuh posisi terendah sejak 28 Juli.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi AS untuk Agustus, termasuk laporan PMI manufaktur dan jasa, serta non-farm payrolls, guna mengukur dampak kebijakan Trump terhadap industri dan pasar tenaga kerja.

Sebelumnya, pelemahan dolar dipicu kekhawatiran atas independensi The Fed. Hal itu menyusul kritik Presiden AS Donald Trump serta pencopotan Gubernur The Fed Lisa Cook. Kondisi ini meningkatkan minat investor terhadap emas, yang diperdagangkan mendekati rekor harga tertinggi.

Harga emas naik 0,2% ke US$ 3.482,55 per troy ons, melanjutkan reli enam hari beruntun dan mencetak level tertinggi sejak 21 April. Sebaliknya, harga perak terkoreksi 1,2% setelah sempat menyentuh level tertinggi 14 tahun.

Di pasar valuta asing, dolar menguat tipis 0,1% ke 147,33 yen, sementara euro melemah 0,03% ke US$ 1,1707. Pound sterling turun 0,1% ke US$ 1,3539 setelah sempat mencetak level tertinggi dua pekan. Dolar Australia terkoreksi 0,1% ke US$ 0,6549, sedangkan dolar Selandia Baru (kiwi) stagnan di US$ 0,5903.


 


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia