Harga Emas Sentuh Rekor US$ 3.600, Naik 37% di 2025
Menurut Wong, prospek emas tetap positif karena isu pasar tenaga kerja kini lebih dominan ketimbang inflasi, setidaknya dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, ia menilai harga emas masih cukup jauh dari potensi mencapai level US$ 4.000 per ons, kecuali terjadi gejolak besar.
Sejumlah analis juga menyoroti independensi The Fed sebagai faktor penting dalam menentukan arah harga emas. Isu ini semakin mencuat setelah Presiden AS Donald Trump berupaya memecat Gubernur The Fed Lisa Cook serta terus menekan bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, cenderung menjadi pilihan utama investor ketika suku bunga rendah dan ketidakpastian tinggi.
Sementara itu, China dan India, dua konsumen emas terbesar dunia, mencatat penurunan permintaan fisik pekan ini akibat harga emas yang menembus rekor.
Data cadangan emas bank sentral China untuk Agustus yang akan dirilis pada Minggu diperkirakan tidak mencerminkan lonjakan harga September, namun tetap bisa memberi gambaran mengenai tren permintaan bank sentral.
Selain emas, harga perak naik 0,8% menjadi US$ 40,98 per ons dan berpotensi mencatat kenaikan tiga pekan beruntun. Platinum menguat 0,5% ke US$ 1.373,92 per ons, sementara paladium turun 1,5% ke US$ 1.110,32 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






