Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Melemah, Data Tenaga Kerja AS Picu Kegalauan

Penulis : Indah Handayani
6 Sep 2025 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street. (AP Photo/Richard Drew)
Ilustrasi Wall Street. (AP Photo/Richard Drew)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (5/9/2025). Laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, meski di sisi lain memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,32% menjadi 6.481,50. Nasdaq Composite melemah tipis 0,03% ke 21.700,39. Sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi 220,43 poin (0,48%) ke level 45.400,86.

Ketiga indeks utama sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) intraday di awal perdagangan, dengan Nasdaq mencatatkan level 21.878,81, Dow Jones 45.770,2, dan S&P 500 di 6.532,65. Namun, sentimen berubah usai data tenaga kerja dirilis.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, ekonomi hanya menambah 22 ribu lapangan kerja pada Agustus, jauh di bawah perkiraan ekonom Dow Jones yang memproyeksikan 75 ribu. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%, sesuai dengan ekspektasi.

Kondisi tersebut memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed. Pasar kini memperkirakan 90% peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin pada September, dan 10% peluang pemangkasan lebih agresif sebesar 50 basis poin, menurut FedWatch Tool.

“Pertumbuhan lapangan kerja yang melambat, ditambah kenaikan tingkat pengangguran dan pelemahan upah, menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentumnya. Data ini memberi alasan kuat bagi The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat,” ujar Managing Partner Harris Financial Group Jamie Cox.

Pergerakan Mingguan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia