Wall Street Melemah, Data Tenaga Kerja AS Picu Kegalauan
Meski ditutup melemah, secara mingguan S&P 500 dan Nasdaq masih mencatat penguatan masing-masing 0,33% dan 1,14%. Sebaliknya, Dow Jones terkoreksi 0,32% dalam sepekan.
Saham perbankan besar seperti JPMorgan dan Wells Fargo melemah karena investor khawatir perlambatan ekonomi akan menekan pertumbuhan kredit. Sektor industri juga tertekan, dengan saham Boeing dan GE Aerospace ditutup turun.
Namun, Broadcom menjadi bintang perdagangan setelah reli 9,4% berkat kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi Wall Street.
Sebaliknya, saham Nvidia terkoreksi 2,7%, karena hasil Broadcom memicu kekhawatiran meningkatnya persaingan di sektor chip berbasis kecerdasan buatan (AI). Saham Palantir juga melemah sekitar 2%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






