Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Batu Bara Diserok Asing, usai Kinerja Lampaui Ekspektasi

Penulis : Jauhari Mahardhika
7 Sep 2025 | 08:03 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha  PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) . (Foto: AADI)
Ilustrasi kegiatan usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) . (Foto: AADI)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) merupakan salah satu saham yang diserok oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jumlah cukup signifikan selama sepekan terakhir atau periode perdagangan 1-4 September 2025.

Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing pada saham AADI sebesar Rp 122,4 miliar. AADI adalah emiten batu bara termal. Pembelian saham terjadi di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (7/9/2025).

Net buy saham AADI terbesar ketiga setelah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Net buy asing pada saham ANTM mencapai Rp 757,9 miliar dan PGAS sebesar Rp 125 miliar.

ADVERTISEMENT

Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) senilai Rp 4,1 triliun. Kondisi itu berbalik dibandingkan pekan sebelumnya yang mencetak net buy Rp 1,49 triliun.

Khusus pada perdagangan Kamis (4/9/2025), investor asing melakukan net sell di seluruh pasar sebesar Rp 305,1 miliar. Dengan begitu, net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 55,1 triliun – berdasarkan data BEI.

Kinerja dan Harga Wajar AADI 

Adaro Andalan Indonesia (AADI) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 233 juta pada kuartal II-2025 atau naik 18,7% qoq, namun turun 60% yoy. Dengan begitu, laba bersih AADI selama semester I-2025 mencapai US$ 429 juta atau turun 50,1% yoy.

Meski demikian, laba bersih Adaro (AADI) hingga semester I-2025 melampaui ekspektasi. “Setara 56,7% dari estimasi konsensus 2025,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya.

Menurut Stockbit, kenaikan laba bersih AADI secara kuartalan pada kuartal II-2025 disebabkan oleh peningkatan pendapatan sebesar 6,1% qoq, penurunan beban usaha 3,4% qoq, dan pembalikan rugi lain-lain dari rugi US$ 5 juta pada kuartal I-2025 menjadi untung US$ 28 juta pada kuartal II-2025.

Alhasil, margin laba bersih naik menjadi 18,8% pada kuartal II-2025 dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 16,8%.

Secara operasional, AADI membukukan laba usaha sebesar US$ 292 juta pada kuartal II-2025, tumbuh 0,9% qoq atau naik 2,5% yoy. Dengan demikian, laba usaha selama semester I-2025 mencapai US$ 581 juta atau turun 9,5% yoy.

Laba usaha juga melampaui ekspektasi karena mencapai 63,7% dari estimasi konsensus 2025. Margin laba usaha pada kuartal II-2025 sebesar 23,6% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 24,8% dan kuartal II-2024 sebesar 21,2%.

Adaro (AADI) bakal diuntungkan oleh perubahan tarif royalti batu bara, lantaran memegang izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Ini menjadi katalis kuat saham AADI, terlebih saham ini masuk indeks LQ45 dan MSCI Indonesia Small Cap.

Phintraco Sekuritas mematok harga wajar saham AADI sebesar Rp 10.200. Harga wajar tersebut mencerminkan PER dan PBV masing-masing sebesar 4,7 kali dan 1,26 kali.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 23 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia