Saham Emiten Batu Bara Diserok Asing, usai Kinerja Lampaui Ekspektasi
JAKARTA, investor.id – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) merupakan salah satu saham yang diserok oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jumlah cukup signifikan selama sepekan terakhir atau periode perdagangan 1-4 September 2025.
Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing pada saham AADI sebesar Rp 122,4 miliar. AADI adalah emiten batu bara termal. Pembelian saham terjadi di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (7/9/2025).
Baca Juga:
Ini Dia Saham-Saham Paling BerpengaruhNet buy saham AADI terbesar ketiga setelah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Net buy asing pada saham ANTM mencapai Rp 757,9 miliar dan PGAS sebesar Rp 125 miliar.
Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) senilai Rp 4,1 triliun. Kondisi itu berbalik dibandingkan pekan sebelumnya yang mencetak net buy Rp 1,49 triliun.
Khusus pada perdagangan Kamis (4/9/2025), investor asing melakukan net sell di seluruh pasar sebesar Rp 305,1 miliar. Dengan begitu, net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 55,1 triliun – berdasarkan data BEI.
Kinerja dan Harga Wajar AADI
Adaro Andalan Indonesia (AADI) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 233 juta pada kuartal II-2025 atau naik 18,7% qoq, namun turun 60% yoy. Dengan begitu, laba bersih AADI selama semester I-2025 mencapai US$ 429 juta atau turun 50,1% yoy.
Meski demikian, laba bersih Adaro (AADI) hingga semester I-2025 melampaui ekspektasi. “Setara 56,7% dari estimasi konsensus 2025,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya.
Baca Juga:
Harga Wajar ADRO Ternyata SeginiMenurut Stockbit, kenaikan laba bersih AADI secara kuartalan pada kuartal II-2025 disebabkan oleh peningkatan pendapatan sebesar 6,1% qoq, penurunan beban usaha 3,4% qoq, dan pembalikan rugi lain-lain dari rugi US$ 5 juta pada kuartal I-2025 menjadi untung US$ 28 juta pada kuartal II-2025.
Alhasil, margin laba bersih naik menjadi 18,8% pada kuartal II-2025 dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 16,8%.
Baca Juga:
Di Balik Lonjakan Harga Saham HBATSecara operasional, AADI membukukan laba usaha sebesar US$ 292 juta pada kuartal II-2025, tumbuh 0,9% qoq atau naik 2,5% yoy. Dengan demikian, laba usaha selama semester I-2025 mencapai US$ 581 juta atau turun 9,5% yoy.
Laba usaha juga melampaui ekspektasi karena mencapai 63,7% dari estimasi konsensus 2025. Margin laba usaha pada kuartal II-2025 sebesar 23,6% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 24,8% dan kuartal II-2024 sebesar 21,2%.
Baca Juga:
ITMG Lincah, Target Harganya BaruAdaro (AADI) bakal diuntungkan oleh perubahan tarif royalti batu bara, lantaran memegang izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Ini menjadi katalis kuat saham AADI, terlebih saham ini masuk indeks LQ45 dan MSCI Indonesia Small Cap.
Phintraco Sekuritas mematok harga wajar saham AADI sebesar Rp 10.200. Harga wajar tersebut mencerminkan PER dan PBV masing-masing sebesar 4,7 kali dan 1,26 kali.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






