Jumat, 15 Mei 2026

Saham Ini Diburu, meski Kinerja Tak Sesuai Harapan

Penulis : Jauhari Mahardhika
7 Sep 2025 | 11:15 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi. Investor Daily/David Gita Roza
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN tengah diburu investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir atau periode perdagangan 1-4 September 2025.

Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing pada saham PGAS mencapai Rp 125 miliar. Pembelian saham terjadi di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (7/9/2025).

Net buy saham PGN (PGAS) terbesar kedua setelah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Net buy asing pada saham ANTM senilai Rp 757,9 miliar. Di bawah PGAS, ada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan net buy sebesar Rp 122,4 miliar.

ADVERTISEMENT

Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) senilai Rp 4,1 triliun. Kondisi itu berbalik dibandingkan pekan sebelumnya yang mencetak net buy Rp 1,49 triliun.

Khusus pada perdagangan Kamis (4/9/2025), investor asing melakukan net sell di seluruh pasar sebesar Rp 305,1 miliar. Dengan begitu, net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 55,1 triliun – berdasarkan data BEI.

Kinerja dan Target Harga Saham 

PGN (PGAS) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 82 juta pada kuartal II-2025, naik 26% yoy atau 33% qoq. Dengan begitu, laba bersih sepanjang semester I-2025 mencapai US$ 144 juta atau turun 23% yoy.

“Hasil itu di bawah ekspektasi karena mencapai 44% dari estimasi konsensus 2025,” tulis Stockbit Sekuritas dalam ulasannya.

Menurut Stockbit, kenaikan laba bersih PGAS secara tahunan pada kuartal II-2025 disebabkan oleh pemulihan penurunan nilai piutang sebesar US$ 0,6 juta dibandingkan kuartal II-2024 yang mencatatkan rugi US$ 24,9 juta.

Secara operasional, laba usaha PGAS sebesar US$ 136 juta pada kuartal II-2025 atau tergerus 6% yoy, namun tumbuh 34% qoq. Itu akibat kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 14% yoy atau turun 4% qoq – lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang naik 9% yoy atau flat qoq.

“Hasil tersebut membuat laba usaha selama semester I-2025 sebesar US$ 238 juta atau terpangkas 25% yoy. Ini sedikit di bawah ekspektasi karena mencapai 48% dari estimasi konsensus 2025,” ungkap Stockbit.

Di lain pihak, Indo Premier Sekuritas memperkirakan kinerja PGN (PGAS) makin membaik pada paruh kedua tahun 2025, seiring meningkatnya spread distribusi gas. Selain itu, stabilitas laba dan imbal hasil (yield) dividen yang menarik membuat rekomendasi saham PGAS dinaikkan.

“Kami menaikkan rating saham PGAS dari hold menjadi buy, didorong oleh stabilitas laba yang lebih baik dan imbal hasil dividen menarik (11%). Target harga dinaikkan menjadi Rp 1.800,” tulis analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dalam risetnya.

PGAS diyakini bakal mempertahankan rasio pembayaran dividen (DPR) sebesar 80%. Imbal hasil dividen tahun buku 2025 diperkirakan tetap menarik sekitar 11%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia