Petik Cuan Cepat dari Saham Telkom (TLKM)
JAKARTA, investor.id – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masih menjadi sorotan. KB Valbury Sekuritas menyampaikan analisisnya untuk mengoptimalkan cuan saham TLKM, apabila pemodal melakukan trading pada perdagangan Senin (8/9/2025).
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan trading buy saham TLKM. Target harga harian sebesar Rp 3.180. Pemodal bisa masuk di kisaran harga Rp 3.100-3.150 (entry price).
Secara teknikal, level resistance (batas atas) saham TLKM di Rp 3.180, sedangkan level support (batas bawah) Rp 3.100. “Waspada jika harga menembus Rp 3.100. Stop loss di level Rp 3.020,” tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Senin (8/9/2025).
Hingga perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/9/2025), saham Telkom (TLKM) ditutup menguat 1,29% ke level Rp 3.150. Dalam sepekan terakhir, TLKM terkoreksi 0,94%. Namun, dalam sebulan, saham TLKM naik 5,7% dan year to date (ytd) melonjak 16,2%.
Baru-baru ini, TLKM tiba-tiba menerbitkan pengumuman mengenai penundaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang seharusnya digelar pada Rabu (3/9/2025).
“Ditunda pelaksanaannya. RUPSLB akan dilaksanakan sesuai dengan pengumuman yang akan kami sampaikan kemudian,” jelas manajemen TLKM dalam pengumumannya.
Baca Juga:
Demi Cuan, Fokus pada Saham-Saham IniTak disebutkan alasan penundaan RUPSLB tersebut. Semula, RUPSLB TLKM memiliki mata acara perubahan pengurus perseroan dan rapat tersebut asalnya bakal dilaksanakan secara online.
Target Harga Selanjutnya
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menurunkan rekomendasi saham Telkom (TLKM) menjadi hold. Target harga saham TLKM dipatok sebesar Rp 3.200. Target harga tersebut mencerminkan estimasi EV/EBITDA 2025 sebesar 4,6 kali.
Rekomendasi saham TLKM telah mempertimbangkan ekspektasi membaiknya kondisi pasar pada semester II-2025, seiring pemulihan ekonomi dan stabilisasi harga layanan seluler.
Tahun ini, TLKM menargetkan margin tetap kuat dan meningkatkan belanja modal menjadi 17-19% dari penjualan, dengan fokus pada efisiensi pengadaan serta pertumbuhan.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Daniel Widjaja dan Wilbert Arifin mengungkapkan bahwa simplifikasi produk seluler dan fokus pada merek utama diharapkan dapat meningkatkan pendapatan rata-rata per pengguna (average revenue per user/ARPU) dan retensi pelanggan.
Baca Juga:
Sengatan Panas Saham Timah (TINS)“Sementara, pemulihan pendapatan TLKM pada semester II-2025 diproyeksikan datang dari konten digital, gaming, serta perbaikan churn di berbagai segmen,” tulis Daniel dan Wilbert dalam risetnya.
Pada kuartal II-2025, TLKM membukukan pendapatan sebesar Rp 36,4 triliun atau turun 4% yoy. Hal itu terutama dipicu oleh penurunan pada segmen seluler (-22,8% yoy) dan data (-7,8% yoy). Sedangkan IndiHome tumbuh secara moderat.
EBITDA TLKM turun tipis, tetapi margin meningkat menjadi 49,1% berkat efisiensi biaya. “Laba bersih TLKM turun 9,5% yoy akibat kerugian kurs dan kerugian investasi belum terealisasi dari GOTO,” ungkap Daniel dan Wilbert.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






