Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Menanti Kebijakan Menteri Baru, tapi 5 Saham Bisa Cuan di tanggal Cantik 9-9

Penulis : Indah Handayani
9 Sep 2025 | 05:54 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di depan logo IDX di Main Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dok. B Universe Photo)
Pengunjung melintas di depan logo IDX di Main Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dok. B Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi saat pasar menanti kebijakan menteri baru pada Selasa (9/9/2025). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang resistance 7.850, pivot 7.800, dan support 7.630.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham bisa cuan di tanggal cantik 9-9, salah satunya HMSP.

Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup melemah di level 7.766,85 (1,28%) pada perdagangan Senin (8/9/2025). Sebelumnya indeks cenderung bergerak di teritori positif, namun seiring dengan adanya berita reshuffle atas sejumlah Menteri, termasuk Menteri Keuangan, membuat indeks berbalik melemah yang terutama disebabkan oleh tekanan pada saham perbankan. 

ADVERTISEMENT

"Reaksi pasar ini akibat kekhawatiran akan terjadinya ketidakpastian dan perubahan kebijakan ekonomi. Investor diperkirakan akan mencermati kebijakan apa yang akan ditempuh oleh pejabat baru, apakah sesuai dengan harapan pasar dan berdampak positif terhadap ekonomi,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (9/9/2025).

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menyebutkan, beberapa indikator mengindikasikan pelemahan berlanjut. IHSG juga turun di bawah level MA20 di sekitar 7842. Sehingga dalam jangka pendek diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji level support di 7.630-7.650.

“Namun koreksi akibat reshuffle dapat hanya merupakan kepanikan sesaat, investor akan mencermati perkembangan dan kebijakan menteri baru,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas memaparkan, cadangan devisa Indonesia pada bulan Agustus 2025 turun menjadi US$150.7 miliar dari US$152 miliar di Juli 2025. Meskipun turun pada level terendah dalam sembilan bulan terakhir, namun masih pada level yang solid karena masih mampu membiayai 6.3 bulan impor atau 6.1 bulan impor dan pembayaran utang.

“Penurunan cadangan devisa ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri dan upaya stabilisasi rupiah oleh BI di tengah fluktuasi pasar uang global,” tambah Phintraco Sekuritas.

Penjualan Sepeda Motor

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia