Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 9 September 2025

Penulis : Indah Handayani
9 Sep 2025 | 15:29 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup longsor salam pada Selasa (9/9/2025). Pelemahan itu karena pasar bereaksi negatif terhadap reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto, terutama pencopotan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).

Rupiah hari ini ditutup longsor dalam sebesar 172 poin (1,05%) ke level Rp 16.481,5. Sedangkan indeks dolar terlihat naik tipis 0,01% menjadi 97,46. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup melonjak tajam sebesar 123 poin (0,75%) ke level Rp 16.309,5 pada Senin (8/9/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pencopotan Sri Mulyani tersebut memicu kekhawatiran investor global atas arah fiskal Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Sebagai pengganti Sri Mulyani di tunjuklah Purbaya Yudhi Sadewa.

ADVERTISEMENT

“Kabar mundurnya Sri Mulyani, sebenarnya sudah berembus dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya gejolak politik dan protes publik terkait fasilitas mewah anggota parlemen,” ungkap Ibrahim, Selasa (9/9/2025).

Bahkan, lanjut Ibrahim, kediamannya sempat dijarah demonstran, memicu kekhawatiran dia akan mengundurkan diri. Isu tersebut sempat mendorong aksi jual saham dan obligasi domestik, sebelum akhirnya mereda setelah Sri Mulyani menepis rumor lewat pernyataan di akun Instagram pribadinya pekan lalu.“Namun, pencopotannya secara mendadak pada Senin malam justru semakin mengejutkan pasar,” tambah Ibrahim.

Menurut Ibrahim, Sri Mulyani adalah simbol stabilitas dan kepastian bagi investor domestik maupun. Beliau merupakan jangkar sentimen investor berkat pengalaman dan rekam jejaknya, berbagai krisis mulai dari anjloknya rupiah pada 2018 hingga pandemi Covid-19, selalu tampil sebagai figur yang menenangkan pasar.

“Oleh karena itu, kepergiannya kali ini dinilai berpotensi mengguncang kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia,” jelas Ibrahim.

Ibrahim mengatakan, pasar langsung bereaksi negatif terhadap reshuffle tersebut, terbukti arus keluar modal asing atau capital outflow dari saham mencapai US$254 juta hanya dalam empat hari pertama September, dengan obligasi mencatat penjualan lebih besar.

Sentimen Eksternal

Sedangkan sentimen dari eksternal, Ibrahim mengatakan, perpolitikan di Eropa memanas setelah Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou mengundurkan diri setelah kehilangan mosi kepercayaan di Majelis Nasional.

Tidak hanya itu, lanjut Ibrahim, ketidakpastian politik di Jepang setelah pengunduran diri PM Shigeru Ishiba, dan prospek sanksi AS yang lebih ketat terhadap Rusia menyusul serangan mematikan Moskow terhadap Ukraina di akhir pekan, juga berkontribusi pada permintaan aset safe haven untuk emas batangan.

“Kemudian, beberapa data menunjukkan penurunan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja AS. Yang paling menonjol adalah data penggajian nonpertanian, yang menunjukkan AS hampir tidak menciptakan lapangan kerja baru di bulan Agustus,” papar Ibrahim.

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan bertemu minggu depan, dan para pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga seperempat poin sebesar 89,4%. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya pinjaman konsumen dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ibrahim menegaskan, beberapa pejabat The Fed memberi sinyal dalam beberapa pekan terakhir bahwa bank sentral akan terbuka terhadap penurunan suku bunga di tengah semakin banyaknya tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja. Namun, mereka juga menunjukkan kehati-hatian terhadap inflasi yang masih tinggi, terutama dalam menghadapi kenaikan harga akibat tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Tidak hanya itu, Ibrahim menambahkan, data inflasi AS untuk bulan Agustus akan dirilis minggu ini, dengan pasar mengamati kemungkinan kenaikan inflasi lebih lanjut, mengingat sebagian besar tarif Trump mulai berlaku bulan lalu.

“Untuk perdagangan Rabu (10/9/2025), mata uang rupiah fluktuatif. Namun, nilai tukar rupiah besok bakal ditutup melemah direntang Rp 16.480 – 16.540,” tutup Ibrahim.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 45 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia