Prediksi Saham BBCA
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA kembali melemah 2,27% ke Rp 7.525 pada akhir perdagangan Selasa (9/9/2025). Sebanyak 595,57 juta saham BBCA diperdagangkan, frekuensi 165.219 kali, dan nilai transaksi Rp 4,51 triliun.
Saham Bank Central Asia berkode BBCA banyak didistribusikan. Broker CGS International sekuritas mencetak net sell Rp 670,4 miliar. Asing sampai jor-joran membukukan net sell saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini Rp 2,10 triliun.
Saham BCA dalam satu bulan terakhir telah anjlok 9,34%. Dan untuk periode year to date (ytd) saham ini longsor 22,22%, di mana asing mencatatkan net sell atas saham Bank Central Asia Rp 26,82 triliun.
Sementara itu, MNC Sekuritas menyebutkan bahwa saham BBCA terkoreksi 2,27% ke 7.525 dan disertai dengan meningkatnya volume penjualan. “Kami perkirakan, posisi BBCA sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c],” ungkap MNC Sekuritas dalam ulasannya, Rabu (10/9/2025).
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham BCA di kisaran 7.050-7.425 untuk perdagangan 9 September. Target harga yang dipatok broker tersebut yaitu 7.700, kemudian 8.100. Stoploss di bawah 7.000.
Sementara itu, untuk jangka lebih jauh, CLSA mempertahankan rekomendasi outperform saham BBCA dengan target harga Rp 12.100.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






