Kamis, 14 Mei 2026

Prediksi Saham BBCA

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Sep 2025 | 07:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Dok. B-Universe Photo)
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA kembali melemah 2,27% ke Rp 7.525 pada akhir perdagangan Selasa (9/9/2025). Sebanyak 595,57 juta saham BBCA diperdagangkan, frekuensi 165.219 kali, dan nilai transaksi Rp 4,51 triliun.

Saham Bank Central Asia berkode BBCA banyak didistribusikan. Broker CGS International sekuritas mencetak net sell Rp 670,4 miliar. Asing sampai jor-joran membukukan net sell saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini Rp 2,10 triliun.

Saham BCA dalam satu bulan terakhir telah anjlok 9,34%. Dan untuk periode year to date (ytd) saham ini longsor 22,22%, di mana asing mencatatkan net sell atas saham Bank Central Asia Rp 26,82 triliun.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, MNC Sekuritas menyebutkan bahwa saham BBCA terkoreksi 2,27% ke 7.525 dan disertai dengan meningkatnya volume penjualan. “Kami perkirakan, posisi BBCA sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c],” ungkap MNC Sekuritas dalam ulasannya, Rabu (10/9/2025).

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham BCA di kisaran 7.050-7.425 untuk perdagangan 9 September. Target harga yang dipatok broker tersebut yaitu 7.700, kemudian 8.100. Stoploss di bawah 7.000.

Sementara itu, untuk jangka lebih jauh, CLSA mempertahankan rekomendasi outperform saham BBCA dengan target harga Rp 12.100.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia