Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat Jelang Rilis Data Penting

Penulis : Indah Handayani
10 Sep 2025 | 11:08 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)
Ilustrasi Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)

JAKARTA, investor – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Rabu (10/9/2025). Penguatan itu terjadi menjelasng rilis data inflasi AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini terlihat menguat 32 poin (0,19%) ke level Rp 16.449,5. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,02% menjadi 97,76. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup longsor dalam sebesar 172 poin (1,05%) ke level Rp 16.481,5 pada Selasa (9/9/2025).

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan, nilai tukar (kurs) rupiah akan melemah seiring investor wait and see data inflasi AS. Rupiah diprediksi akan bergerak pada kisaran Rp 16.450 - 16.550 dipengaruhi oleh faktor global kenaikan index dollar yang signifikan sehubungan dengan wait and see data inflasi AS yang akan rilis malam ini.

ADVERTISEMENT

“Data tersebut akan mempengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga pada pekan depan,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (10/9/2025).

Data inflasi AS bulan Agustus diprediksi mencapai 2,9%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,7%.

Rully mengatakan pelaku pasar masih optimis prospek penurunan suku bunga hingga tiga kali hingga akhir tahun ini apabila inflasi AS membaik. “Penurunan bisa sampai 50 bps (basis points). Jika inflasi memburuk, tetap ada penurunan bunga bulan ini hanya 25 bps karena pasar tenaga kerja yang mendingin,” ujar dia.

Sentimen Domestik

Meninjau sentimen dari domestik, lanjutnya, masih dibayangi aksi jual yang melanda pasar obligasi negara akibat keraguan pelaku pasar atas kapasitas Menteri Keuangan (Menkeu) baru yang mengelola risiko fiskal.

Hingga Selasa (9/9/2025), net foreign sell disebut telah dijual di pasar obligasi mencapai Rp 18,6 triliun.

Senada, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra menganggap kondisi dalam negeri masih dibayangi pergantian Menkeu. “Transisi di Kementerian Keuangan memberikan sentimen negatif ke pasar. Pasar ingin melihat kemampuan Menteri Keuangan yang baru,” kata Aris.

Di sisi lain, dolar AS dinyatakan sedang mengalami tekanan seiring adanya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan ini. “Ada peluang rupiah masih bisa tertekan dan bisa saja terbatas di area Rp16.480, dengan potensi support di sekitar Rp16.380,” ujar dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia