Lapkeu Muncul, Laba Bank Mandiri (BMRI) Anjlok
JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akhirnya merilis laporan keuangan setelah beberapa waktu absen. Namun demikian, laporan keuangan yang dimaksud hanya untuk kinerja bulan Juli 2025, sementara kinerja keuangan pada bulan Juni dan kuartal II-2025 masih belum muncul untuk publik.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan mengatakan bahwa laporan keuangan per Juni 2025 belum bisa dirilis karena dalam proses audit oleh kantor akuntan publik. Audit ini menjadi salah satu bagian dalam rangka penerbitan obligasi pada kuartal IV-2025.
Sementara jika mengacu laporan keuangan BMRI pada Rabu (10/9/2025), laba bersih (bank only) hingga Juli 2025 dari Bank Mandiri tercatat mencapai Rp 27,53 triliun. Perolehan laba itu tercatat turun 5,80% year on year (yoy) dibandingkan Rp 29,22 triliun pada periode sama tahun lalu.
Penurunan ini merupakan perkembangan negatif pertama kalinya bagi Bank Mandiri di tahun 2025, setelah sebelumnya laba masih tumbuh tipis 0,13% yoy pada Mei. Pergerakan laba BMRI memang sudah mulai melambat sejak Maret.
Kinerja profitabilitas bank yang sempat menjadi tuan rumah Sarasehan Ekonomi 2025 itu tak lepas dari sejumlah pos beban yang membengkak sejak awal tahun ini. Beberapa pos yang dimaksud yaitu beban tenaga kerja naik 14,65% yoy, beban lainnya naik 35,09% yoy, dan beban promosi bahkan meroket 139,28% yoy.
Baca Juga:
Bos BMRI Ungkap Aksi KorporasiSelain itu, kinerja intermediasi juga tertekan. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) hanya naik tipis 1,83% menjadi Rp 43,93 triliun. Kenaikan pendapatan bunga sebesar 11,33% tidak mampu mengimbangi lonjakan beban bunga yang mencapai 31,92%.
Lonjakan beban bunga ini salah satunya dipicu oleh strategi bank yang belakangan hobi mengumpulkan dana mahal, seperti deposito. Per Juli 2025, deposito Bank Mandiri tumbuh 21,18% yoy. Sementara itu, penghimpunan dana murah dari giro dan tabungan hanya tumbuh terbatas, masing-masing 9,95% dan 3,56%.
Kredit Menjauh dari Sasaran
Kondisi ini membuat rasio dana murah (current account saving account/CASA) Bank Mandiri termoderasi di posisi 78,21%. Walaupun demikian, dana pihak ketiga (DPK) BMRI secara keseluruhan tetap tumbuh di atas rata-rata perbankan, yaitu 9,74%, menjadi Rp 1.421,39 triliun.
Di sisi lain, penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 9,88% secara yoy menjadi Rp 1.335,95 triliun. Angka ini untuk pertama kalinya berada di bawah target manajemen yang menyasar pertumbuhan kredit di kisaran 11-13% pada tahun 2025.
Meskipun laba turun, kinerja profitabilitas masih ditopang oleh perolehan komisi dan dividen yang baik, serta penurunan beban provisi yang membantu mencegah laba tergerus lebih dalam.
Pada perdagangan Rabu (10/9/2025), saham BMRI naik 2,09% atau sebesar 90 poin ke posisi 4.400. Namun saham BMRI masih terkoreksi 22,81% secara secara year to date (ytd).
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






