Purbaya Bocorkan Jurus Rupiah Bangkit dari Tekanan
JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa nilai tukar Rupiah (IDR) yang terus stabil dan mengalami penguatan didukung oleh peran besar para eksportir dan investor yang terus meningkatkan pasokan dolar di dalam negeri.
Hal ini diungkapkan Purbaya saat menghadiri Rapat Kerja perdana dengan Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/9). Purbaya mencatat, sepanjang Januari–Agustus 2025 neraca perdagangan surplus 29 miliar Dolar AS (USD), atau melonjak 52,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Surplus neraca perdagangan juga topang kinerja Rupiah, di samping neraca perdagangan yang konsisten surplus, konversi valas ke rupiah oleh eksportir dalam rangka pemenuhan kebijakan pemerintah mengenai DHE SDA turut mendukung redanya tekanan pada nilai tukar rupiah," kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Pada Rabu (10/9) hari ini, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terlihat menguat 32 poin (0,19%) ke level Rp 16.449,5. Sedangkan indeks Dolar AS terlihat turun 0,02% menjadi 97,76. Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa melemahnya IHSG dan Rupiah hanya akan berlangsung sementara.
Dengan fundamental kuat, ia mengatakan sentimen akan positif, serta IHSG dan rupiah bakal kembali menguat.
Kepada Komisi XI DPR RI, Purbaya juga menyampaikan bahwa ia optimistis ketahanan dan tren pemulihan ekonomi Indonesia akan berlanjut hingga tahun 2026. Hal ini didukung oleh data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang menunjukkan peningkatan, tumbuh 5,12% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 4,87%.
“Resiliensi ekonomi hingga kuartal II-2025 ini diperkirakan berlanjut dengan pertumbuhan lebih tinggi tahun depan (2026),” jelas dia.
Menkeu menyebutkan, bila tren pemulihan terus berlanjut maka target pertumbuhan ekonomijangka panjang sebesar 8% dapat dicapai.
“Pertumbuhan ekonomi yang resilien ini menjadi modal untuk mendorong agar pertumbuhan ekonomi ke depan dapat tumbuh lebih tinggi dan menuju 8% pada jangka menengah,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga memastikan bahwa APBN tahun 2026 akan berjalan dengan sehat dan siap menghadapi dinamika perekonomian. “APBN 2026 akan dijaga tetap sehat dan berkelanjutan agar mampu menjadi instrumen yang kredibel, meredam guncangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata dia.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






