Sentimen Ini jadi Pendukung Rupiah Stabil di Level Rp 16.450
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar Rupiah (IDR) kembali menguat terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis, 11 September 2025. Penguatan ini terjadi setelah mata uang Garuda itu melemah seiring momen pergantian Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto awal pekan ini.
Rupiah ditutup menguat tipis 8 point terhadap Dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 4 point di level Rp 16.461 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.469.
"Untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.430 - Rp 16.470," ungkap pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Dari sisi internal, Rupiah menguat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa Pemerintah menarik dana simpanan dari Bank Indonesia senilai Rp 200 triliun untuk dialihkan ke sektor perbankan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yang sempat melambat akibat kekeringan likuiditas dalam sistem keuangan.
“Selama ini ada sekitar Rp 430 triliun di BI. Saya pindahkan Rp 200 triliun ke sistem perbankan supaya uangnya bisa tumbuh dan ekonomi bisa jalan lagi,” ungkap Purbaya usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Rabu (10/9).
Dalam Raker tersebut, Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa nilai Rupiah yang terus stabil dan menguat didukung oleh peran besar para eksportir dan investor yang terus meningkatkan pasokan dolar di dalam negeri.
"Surplus neraca perdagangan juga topang kinerja Rupiah, di samping neraca perdagangan yang konsisten surplus, konversi valas ke rupiah oleh eksportir dalam rangka pemenuhan kebijakan pemerintah mengenai DHE SDA turut mendukung redanya tekanan pada nilai tukar rupiah," bebernya.
Sedangkan dari sisi eksternal, Ibrahim mengungkapkan, penguatan Rupiah terjadi seiring menguatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan melonggarkkan kebijakan, setelah data harga produsen yang lebih lemah dari perkiraan dan revisi besar pada angka ketenagakerjaan.
Para pedagang kini melihat pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin hampir pasti terjadi saat The Fed bertemu minggu depan, dengan beberapa taruhan pada langkah yang lebih besar.
Pasar Menanti Rilis Inflasi AS hingga Perkembangan Independensi The Fed
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






