Jumat, 15 Mei 2026

Sentimen Ini jadi Pendukung Rupiah Stabil di Level Rp 16.450

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
11 Sep 2025 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Rupiah. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi Rupiah. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar Rupiah (IDR) kembali menguat terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis, 11 September 2025. Penguatan ini terjadi setelah mata uang Garuda itu melemah seiring momen pergantian Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto awal pekan ini.

Rupiah ditutup menguat tipis 8 point terhadap Dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 4 point  di level Rp 16.461 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.469.

"Untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang  Rp 16.430 - Rp 16.470," ungkap pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

ADVERTISEMENT

Dari sisi internal, Rupiah menguat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa Pemerintah menarik dana simpanan dari Bank Indonesia senilai Rp 200 triliun untuk dialihkan ke sektor perbankan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yang sempat melambat akibat kekeringan likuiditas dalam sistem keuangan.

“Selama ini ada sekitar Rp 430 triliun di BI. Saya pindahkan Rp 200 triliun ke sistem perbankan supaya uangnya bisa tumbuh dan ekonomi bisa jalan lagi,” ungkap Purbaya usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Rabu (10/9). 

Dalam Raker tersebut, Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa nilai Rupiah yang terus stabil dan menguat didukung oleh peran besar para eksportir dan investor yang terus meningkatkan pasokan dolar di dalam negeri.

"Surplus neraca perdagangan juga topang kinerja Rupiah, di samping neraca perdagangan yang konsisten surplus, konversi valas ke rupiah oleh eksportir dalam rangka pemenuhan kebijakan pemerintah mengenai DHE SDA turut mendukung redanya tekanan pada nilai tukar rupiah," bebernya.

Sedangkan dari sisi eksternal, Ibrahim mengungkapkan, penguatan Rupiah terjadi seiring menguatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan melonggarkkan kebijakan, setelah data harga produsen yang lebih lemah dari perkiraan dan revisi besar pada angka ketenagakerjaan.

Para pedagang kini melihat pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin hampir pasti terjadi saat The Fed bertemu minggu depan, dengan beberapa taruhan pada langkah yang lebih besar.

Pasar Menanti Rilis Inflasi AS hingga Perkembangan Independensi The Fed

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 48 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia