Kamis, 14 Mei 2026

Purbaya Effect, Saham BRIS Ikut Naik 6,4%

Penulis : Nida Sahara
11 Sep 2025 | 18:11 WIB
BAGIKAN
Seorang nasabah hendak melakukan pembelian emas di Konter Layanan Emas BSI. (ist)
Seorang nasabah hendak melakukan pembelian emas di Konter Layanan Emas BSI. (ist)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan ticker code BRIS naik 6,4% ke level Rp 2.660 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (11/9/2025) dibandingkan hari sebelumnya. 

Bukan hanya BRIS, saham-saham bank lainnya juga ikut menghijau, salah satunya juga didorong dari statement Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang bakal menempatkan sebagian dana pemerintah ke sistem perbankan.

Selama ini, dana pemerintah yang berada di Bank Indonesia (BI) lambat diserap, sehingga dengan dipindahkan ke bank diharapkan bisa meningkatkan likuiditas bank dan memacu penyaluran kredit.

ADVERTISEMENT

Dari dana pemerintah sekitar Rp 430 triliun yang ditempatkan di BI, Menkeu akan memindahkan sekitar Rp 200 triliun ke perbankan. Ini yang diharapkan bisa disalurkan ke sektor riil untuk mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi.

Bisnis Emas

Di samping itu, kenaikan harga saham BRIS tersebut juga ditopang kinerja positif perseroan terutama pada bisnis konsumer dan emas yang tumbuh double digit. Pada hari ini, volume perdagangan saham BRIS mencapai 34,55 juta lembar saham, menempatkan BRIS sebagai saham movers dalam indeks LQ45, sedangkan IHSG ditutup pada posisi 0,64% pada hari ini.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menjelaskan bahwa kenaikan harga saham BRIS juga ditopang kinerja BSI yang solid, terutama bisnis emas dan penguatan islamic ecosystem haji dan umrah. 

Bisnis emas mendominasi peningkatan berbasis fee (fee based income/FBI) 34,33% pada posisi Juli 2025. Capaian ini didorong oleh tiga segmen utama yang memberikan kontribusi besar terhadap  pertumbuhan FBI. Yakni Bisnis Emas, treasury dan e-channel. Bisnis emas membukukan pertumbuhan di atas 60%, treasury dan e-channel masing-masing membukukan pertumbuhan sekitar 30% dan 20%.

Wisnu menambahkan, bisnis emas menjadi salah satu new growth engine di segmen pembiayaan konsumer dan bagian dari diversifikasi portofolio untuk menjaga stabilitas pendapatan perusahaan.

"Sementara dari sisi pendanaan, BSI akan terus mendorong literasi islamic ecosystem pada segmen haji dan umrah yang menjadi uniqueness bank syariah," ungkap Wisnu dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 41 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 50 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia