Purbaya Effect, Saham BRIS Ikut Naik 6,4%
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan ticker code BRIS naik 6,4% ke level Rp 2.660 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (11/9/2025) dibandingkan hari sebelumnya.
Bukan hanya BRIS, saham-saham bank lainnya juga ikut menghijau, salah satunya juga didorong dari statement Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang bakal menempatkan sebagian dana pemerintah ke sistem perbankan.
Selama ini, dana pemerintah yang berada di Bank Indonesia (BI) lambat diserap, sehingga dengan dipindahkan ke bank diharapkan bisa meningkatkan likuiditas bank dan memacu penyaluran kredit.
Dari dana pemerintah sekitar Rp 430 triliun yang ditempatkan di BI, Menkeu akan memindahkan sekitar Rp 200 triliun ke perbankan. Ini yang diharapkan bisa disalurkan ke sektor riil untuk mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi.
Bisnis Emas
Di samping itu, kenaikan harga saham BRIS tersebut juga ditopang kinerja positif perseroan terutama pada bisnis konsumer dan emas yang tumbuh double digit. Pada hari ini, volume perdagangan saham BRIS mencapai 34,55 juta lembar saham, menempatkan BRIS sebagai saham movers dalam indeks LQ45, sedangkan IHSG ditutup pada posisi 0,64% pada hari ini.
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menjelaskan bahwa kenaikan harga saham BRIS juga ditopang kinerja BSI yang solid, terutama bisnis emas dan penguatan islamic ecosystem haji dan umrah.
Bisnis emas mendominasi peningkatan berbasis fee (fee based income/FBI) 34,33% pada posisi Juli 2025. Capaian ini didorong oleh tiga segmen utama yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan FBI. Yakni Bisnis Emas, treasury dan e-channel. Bisnis emas membukukan pertumbuhan di atas 60%, treasury dan e-channel masing-masing membukukan pertumbuhan sekitar 30% dan 20%.
Wisnu menambahkan, bisnis emas menjadi salah satu new growth engine di segmen pembiayaan konsumer dan bagian dari diversifikasi portofolio untuk menjaga stabilitas pendapatan perusahaan.
"Sementara dari sisi pendanaan, BSI akan terus mendorong literasi islamic ecosystem pada segmen haji dan umrah yang menjadi uniqueness bank syariah," ungkap Wisnu dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






