Saham Bagus Lagi Murah, Diborong Asing, Dikoleksi Lo Kheng Hong
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI melonjak 5,15% ke Rp 4.080 pada akhir perdagangan Kamis (11/9/2025). Saham BRI laris manis sebanyak 281,91 juta saham ditransaksikan, frekuensi 52.102 kali, dan nilai transaksi Rp 1,15 triliun.
Saham Bank Rakyat Indonesia diakumulasi. Broker Maybank Sekuritas Indonesia mencatatkan net buy Rp 169,2 miliar. Asing pun memborong saham ini dengan membukukan net buy Rp 315,44 miliar.
Pada perdagangan Rabu (10/9/2025), saham BRI juga loncat 2,37%. Saham emiten bank BUMN ini bangkit setelah pada perdagangan 1-9 September 2025 mayoritas memerah.
Meski demikian, valuasi saham BBRI terpantau masih lebih murah dibandingkan biasanya. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) BBRI ada di 1,73 kali, di bawah -1 PBV standard deviation rata-rata 3 tahun terakhir di 2,06 kali. Sedangkan price earning ratio (PER) 10,9 kali (TTM), setara -1 PE standard deviation rata-rata 3 tahun terakhir 10,95 kali.
Saham BBRI masuk investor kawakan Lo Kheng Hong. Per Maret 2025 lalu, Lo Kheng Hong mengoleksi 64.636.000 saham BBRI. Bahkan Lo Kheng Hong hadir dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BBRI pada 24 Maret 2025. Ia pun mengungkap alasan kenapa memborong saham BBRI.
"Saya membeli saham BBRI karena BBRI adalah wonderful company yang labanya Rp 60 triliun. Labanya terbesar dari semua perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia dan BBRI adalah perusahaan yang membagikan dividen terbesar juga Rp 51 triliun," sebut Pak Lo - sapaan akrabnya - pada 25 Maret 2025.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






