Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Ungguli USD Buntut AS Catat Inflasi Tertinggi dalam 7 Bulan

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
12 Sep 2025 | 17:12 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Rupiah. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Ilustrasi Rupiah. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi indonesia pada kuartal II 2025 sebesar 5,12% yoy dari kuartal II/2024. Pada kuartal sebelumnya yakni kuartal I/2025, pertumbuhan lebih kecil yakni 4,87% yoy. 

Nilai tukar Rupiah (IDR) mengalami penguatan mengalami penguatan terhadap Dolar AS (USD) meyusul rilis pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% pada Jumat (12/9). Dari sisi eksternal, Rupiah menguat di hari yang sama rilis data harga konsumen Amerika Serikat naik 0,4% pada bulan Agustus 2025, mendorong inflasi tahunannya mencapai 2,9%, menandai level tertinggi dalam tujuh bulan. 

Kemudian dari sisi internal, pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menyoroti langkah BI menerbitkan instrumen utang seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), turut mendorong perbankan menaruh dananya pada instrumen tersebut, bukan justru menyalurkannya ke kredit untuk sektor riil sehingga ekonomi melambat yang berdampak terhadap daya beli menurun. 

Rupiah ditutup menguat 87 point terhadap USD, setelah sebelumnya sempat menguat 100 point di level Rp 16.375 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.461. 

ADVERTISEMENT

"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang Rupiah fluktuatif namun di tutup menguat di rentang Rp 16.320 - Rp 16.380," ungkap Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Momen penguatan Rupiah juga terjadi di hari yang sama saat Pemerintah secara resmi menyalurkan dana simpanan di Bank Indonesia sebesar Rp 200 triliun ke enam bank milik negara. Keenam bank tersebut yakni Mandiri, BNI, BRI, BTN, BSI dan BSN.

Dana itu akan efektif berada di himbara dengan harapan disalurkan untuk kredit kepada sektor riil.

"Jadi saya pastikan dana Rp 200 triliun masuk ke sistem perbankan hari ini. Mungkin bank akan bingung untuk menyalurkan kemana. Pasti pelan-pelan akan disalurkan lewat kredit sehingga ekonomi bisa bergerak,” ucap Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (12/9).

Pasar Tenaga Kerja AS Lemah

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia