Jumat, 15 Mei 2026

Siap-siap Rupiah Bangkit ke Level Ini

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
16 Sep 2025 | 16:27 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)

JAKARTA, investor.id - Rupiah (IDR) kembali tertekan terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan Selasa, 16 September 2025.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa Rupiah ditutup melemah 24 point terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat menguat 55 point di level Rp 16.440 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.416.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang  Rp 16.400 - Rp 16.450," ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

ADVERTISEMENT

Di sisi internal, pelemahan rupiah terjadi menyusul respon negatif pasar terhadap kebijakan Menteri keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengucurkan dana pemerintah di Bank Indonesia sebesar Rp 200 triliun ke perbankan. 

Menurutnya, dalam pengucuran dana, seharusnya dimulai dari proses legislasi yang baik melalui APBN dan diajukan dengan sistematis berapa jumlah yang diperlukan dan program apa saja yang akan dijalankan. Proses penyusunan, penetapan dan alokasi APBN diatur oleh UUD 1945 Pasal 23, UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara, dan UU APBN setiap tahun.

Ibrahim sebelumnya menyebutkan bahwa dampak dari transfer dana pemerintah Rp 200 triliun ke perbankan terbilang kecil untuk pergerakan rupiah.

"Setelah Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) menggelontarkan Rp 200 triliun ke bank himbara, pasar masih pesimis tentang apakah dana ini akan disalurkan ke perusahaan properti atau ujung-ujungnya disalurkan kembali ke obligasi?," bebernya.

Dari sisi eksternal, rupiah tersengat sentimen ketegangan geopolitik yang memanas di Eropa Timur, di mana militer Rusia melancarkan serangan besar-besaran di kota Zaporizhzhia di tenggara Ukraina.

Rupiah juga tertekan oleh perkembangan dari langkah Presiden AS Donald Trump pekan lalu untuk mengenakan sanksi tingkat kedua terhadap industri minyak Rusia, yang menargetkan negara pembeli utama yakni India dan China. Trump sendiri telah mengenakan tarif perdagangan sebesar 50% kepada India pada akhir Agustus terkait isu tersebut. 

Selain itu, rupiah juga melemah menjelang pertemuan pejabat Federal Reserve (The Fed) pada 16-17 September mendatang. Bank sentral AS tersebut diyakini akan melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.

"Pasar juga akan berfokus pada proyeksi kebijakan The Fed ke depannya dan proyeksi ekonomi terbaru, yang akan membentuk arah kebijakan moneter hingga akhir tahun," papar Ibrahim.

Sentimen eksternal lainnya pada rupiah yaitu putusan pengadilan banding AS yang mengabulkan pengajuan banding oleh Gubernur The Fed Lisa Cook terhadap tuntutan pengunduran diri. Adapun sentimen keputusan senat mengonfirmasi penasihat ekonomi Trump, yakni Stephen Meeran ke Dewan Gubernur The Fed. 

"Investor memandang penunjukan ini sebagai tanda bahwa bank sentral dapat menghadapi tekanan yang lebih kuat untuk menyelaraskan diri dengan kebijakan Gedung Putih," jelas Ibrahim.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia