Kamis, 14 Mei 2026

Masuk Radar UMA, BEI Pantau Ketat 3 Saham Ini

Penulis : Erta Darwati
17 Sep 2025 | 11:11 WIB
BAGIKAN
Tiga saham masuk radar Unusual Market Activity (UMA). Investor Daily/David Gita Roza
Tiga saham masuk radar Unusual Market Activity (UMA). Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan Unusual Market Activity (UMA) terhadap tiga saham emiten, pada Rabu (17/9/2025). 

Adapun tiga saham yang BEI pantau ketat tersebut di antaranya, saham PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL), PT Tanah Laut Tbk (INDX), dan PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA).

Saham-saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity), dan BEI melakukan pemantauan lantaran mengalami kenaikan harga saham secara tidak wajar.

ADVERTISEMENT

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," kata manajemen BEI dalam keterangan resmi, Rabu (17/9/2025).

Adapun informasi terakhir mengenai DWGL adalah pada 16 September 2025 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penjelasan atas volatilitas transaksi.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham DWGL tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tambah manajemen BEI.

Saham DWGL bergerak menguat 5,35% dengan harga Rp 394 per saham pada sesi I perdagangan Rabu, (17/9/2025). Sahamnya telah naik 81,08% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 61,60%.

Kemudian dengan pengumuman ini, maka para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, dan mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya.

Selanjutnya, juga mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Begitu pula INDX, BEI juga memantau ketat saham INDX karena adanya volatilitas transaksi yang tidak wajar. Informasi terakhir soal INDX ada pada keterbukaan informasi tanggal 10 September 2025 perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Saham INDX menguat 8,24% di level Rp 184 per saham pada sesi I perdagangan Rabu (17/9/2025). Sahamnya melesat 101,10% selama sebulan, dan naik 122,89% secara year to date (ytd).

Lalu, emiten grup MNC, IATA juga dikawal ketat oleh BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Padahal perseroan telah memberikan penjelasan atas volatilitas transaksi pada tanggal 16 September 2025.

Saham IATA bergerak turun 9,78% di level Rp 83 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 43,10% dan naik 66% secara year to date (ytd).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 21 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 51 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia