Minggu, 21 Juni 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 19 September 2025: Kembali Melamah

Penulis : Indah Handayani
19 Sep 2025 | 09:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada kembali melemah Jumat (19/9/2025). Pelemahan itu karena dolar AS yang masih bertahan dan pasar menyeimbangkan posisi pasca pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini melemah sebesar 39 poin (0,24%) ke level Rp 16.566 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,1% ke level 97,44.

Sedangkan pada perdagangan Kamis (18/9/2025), mata uang rupiah sempat anjlok sebesar 90 poin (0,55%) ke level Rp 16.527.

ADVERTISEMENT

Chief Economist di PermataBank Josua Pardede mengungkapkan, dolar AS yang masih bertahan dan pasar menyeimbangkan posisi pasca pemangkasan suku bunga BI, membuat rupiah berpeluang bergerak naik-turun dalam rentang ketat.

"Rupiah diprediksi bergerak pada Rp16.450–16.575 per dolar AS, dengan bias netral condong melemah tipis bila dolar tetap kuat dan arus lindung nilai bertahan. Sebaliknya, bila imbal hasil AS turun lebih nyata atau yuan menguat, rupiah berpeluang kembali ke sisi bawah kisaran," ujar Josua kepada investor.id di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Josua memaparkan, rupiah tertekan terutama karena dolar AS menguat kembali setelah pasar menafsirkan pesan The Fed yang masih berhati-hati, sehingga laju pemangkasan ke depan tidak agresif. Indeks dolar AS juga naik untuk hari kedua pasca konferensi pers The Fed, sementara imbal hasil AS hanya turun tipis. Hal ini menjadi daya tarik aset dolar tetap tinggi.

"Di saat yang sama pasar masih mencerna keputusan BI memangkas suku bunga, yang membuat selisih imbal hasil rupiah dengan dolar sedikit menyempit dan mendorong penambahan lindung nilai pada sesi New York ketika likuiditas tipis," papar Josua.

Mata Uang Regional

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 60 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia