Jumat, 15 Mei 2026

Saham Bumi Resources (BUMI) Mengarah ke Batas Atas

Penulis : Jauhari Mahardhika
29 Sep 2025 | 13:48 WIB
BAGIKAN
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Foto: IST.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Foto: IST.

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpotensi melanjutkan penguatan ke level resistance (batas atas), menurut BRI Danareksa Sekuritas. Begini teknisnya agar pemodal dapat memaksimalkan cuan di saham BUMI.

BRI Danareksa Sekuritas dalam catatannya, Senin (29/9/2025), merekomendasikan buy saham BUMI dengan target harga Rp 164-174 (swing trade). Swing trade berarti dalam hitungan beberapa hari ke depan. Karena itu, pemodal bisa memanfaatkan ayunan harga saham BUMI.

Secara teknikal, menurut BRI Danareksa Sekuritas, BUMI berpotensi untuk reversal secara jangka pendek setelah membentuk pola cup and handle. “Jika mampu bertahan di atas level support (batas bawah) di Rp 134-141, ada potensi untuk melanjutkan penguatan hingga resistance di Rp 164-174,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Namun, jika harga tiba-tiba bergerak ke bawah Rp 130, pemodal bisa stop loss saham BUMI. Hingga akhir perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/9/2025), saham Bumi Resources (BUMI) – emiten Grup Bakrie dan Salim – naik 3,4% ke level Rp 152.

Dalam sepekan terakhir, saham BUMI telah melejit 25,6% dan sebulan melonjak 35,7%. Selama periode year to date (ytd), saham BUMI terangkat 28,8%.

Akuisisi 

Bumi Resources (BUMI) telah menerbitkan obligasi senilai Rp 721,6 miliar. Obligasi ini adalah Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap II Tahun 2025. Perolehan dana ditujukan untuk pembayaran tahap ke-2 dari total nilai rencana akuisisi terhadap Wolfram Limited, pemberian pinjaman kepada Wolfram Limited untuk belanja modal dan modal kerja, serta modal kerja perseroan.

Terkait belanja modal dan modal kerja, setelah penyelesaian rencana akuisisi Wolfram dan Wolfram menjadi anak usaha BUMI, selanjutnya sekitar Rp 98,74 miliar akan digunakan BUMI untuk pemberian pinjaman kepada Wolfram, yang selanjutnya akan digunakan Wolfram untuk kebutuhan belanja modal dan modal kerja Wolfram.

Obligasi yang telah mendapatkan rating A+ dari Pefindo itu terdiri atas tenor 3 tahun (bunga 8%) dan 5 tahun (bunga 9,25%).

Wolfram Limited sendiri merupakan perusahaan yang didirikan pada 8 Juli 2022 berdasarkan hukum Australia Barat dan terdaftar pada Australian Securities Investments Commission berdasarkan certificate of registration pada 8 Juli 2022 yang memiliki kegiatan usaha sebagai perusahaan tambang tembaga dan emas, dengan izin pertambangan berlaku hingga 31 Desember 2036.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia