Harga Emas Tergelincir, tapi Analis Sebut Masih Tren Bullish
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Selasa (21/10/2025) pagi. Meski demikian, analis menyebut, harga emas masih diselimuti tren bulish di tengah ketidakpastian global dan menjelang rilis data inflasi AS.
Harga emas hari ini terlihat tergelincir 0,41% ke level US$ 4.339,24 per troy ons saat berita ditulis. Sedangkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) harga emas dunia tercatat di level US$ 4.381,6 per troy ons yang dicatat pada Senin (20/10/2025). Secara year to date (ytd), harga emas telah melonjak sebanyak 65,99%.
Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha mengatakan, secara teknikal tren emas masih menunjukkan kecenderungan bullish meski momentum kenaikannya sedikit melambat. Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average masih memperlihatkan arah kenaikan yang sehat.
“Jika tekanan beli berlanjut, harga emas berpotensi menguji level US$ 4.400 dalam jangka pendek. Namun, bila terjadi koreksi teknikal, area US$ 4.294 menjadi level kunci yang bisa menahan pelemahan harga emas,” tulis Andy dalam risetnya, Selasa (21/10/2025).
Dari sisi fundamental, Andy mengatakan, pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi fokus pasar. Dalam wawancara dengan Fox Business pada akhir pekan, Trump mengisyaratkan bahwa tarif impor tambahan 100% terhadap produk China tidak akan bersifat permanen. Trump juga menegaskan optimismenya terhadap peluang tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan yang dijadwalkan akhir Oktober.
Menurut Andy, komentar Trump sempat menekan harga emas pada hari Jumat lalu (17/10/2025), karena pasar menilai meredanya ketegangan perdagangan global dapat mengurangi minat terhadap aset safe haven. Namun, meskipun harga sempat terkoreksi dari puncak historis US$ 4.380 ke sekitar US$ 4.200, logam mulia ini berhasil stabil di awal pekan.
“Hal itu menunjukkan bahwa permintaan investor terhadap aset pelindung risiko masih tinggi,” jelasnya.
Namun, lanjut Andy, perdagangan emas saat ini berada di persimpangan antara faktor fundamental dan ekspektasi kebijakan moneter. Meskipun sentimen risk on sempat menguat karena optimisme dagang, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed tetap menjadi katalis utama yang menjaga minat beli terhadap emas.
Tunggu Data Inflasi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






