Harga Emas Tergelincir, tapi Analis Sebut Masih Tren Bullish
Andy mengatakan, pasar kini menanti rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan September, yang akan dirilis pada Jumat (24/10/2025) mendatang. Data inflasi ini menjadi indikator penting bagi arah kebijakan The Fed ke depan. Penurunan suku bunga akan mengurangi opportunity cost dalam memegang emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil tetap dan berpotensi menekan Dolar AS.
“Hal ini membuat emas tetap menarik di mata investor global, terutama di tengah gejolak politik dan ekonomi yang masih belum mereda,” tambah Andy.
Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan Oktober hampir mencapai 100%, sementara pasar juga memperkirakan penurunan lanjutan pada Desember.
Di sisi lain, periode blackout The Fed yang berlaku menjelang pertemuan kebijakan membuat pasar kekurangan petunjuk langsung dari pejabat bank sentral. Situasi ini menempatkan fokus utama pada perkembangan isu perdagangan AS–China dan data ekonomi AS sebagai pendorong utama volatilitas emas pekan ini.
“Kondisi pasar emas saat ini dapat digambarkan sebagai fase jeda sehat setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir. Investor perlu mencermati area kunci US$ 4.294 dan US$ 4.400 untuk menentukan arah selanjutnya,” paparnya
Lebih lanjut Andy menambahkan bahwa kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga, ketegangan geopolitik, dan pergerakan Dolar AS akan menjadi pendorong utama harga emas dalam jangka pendek. “Namun, trader disarankan untuk tetap disiplin menjaga posisi, mengingat potensi volatilitas tinggi menjelang rilis data inflasi AS dan perkembangan pertemuan dagang antara AS dan China akhir bulan ini,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






