Muncul Laba Telkom (TLKM)
JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merilis laporan keuangan sembilan bulan tahun 2025 atau hingga akhir kuartal III-2025 pada Kamis (30/10/2025) malam. Emiten sektor telekomunikasi ini mencetak laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 15,78 triliun.
Raihan laba bersih itu melemah 10,7% dari capaian laba bersih Telkom (TLKM) pada periode Januari -September 2024 yang mencapai Rp 17,67 triliun.
Telkom Indonesia membukukan laba per saham dasar Rp 159,33 per akhir September tahun ini. Dibandingkan periode yang sama tahun 2024 lalu dengan laba per saham yang berjumlah Rp 178,42.
Baca Juga:
Laba PIK2 (PANI) NgacirEmiten BUMN berkode saham TLKM ini mencatatkan pendapatan Rp 109,61 triliun pada 9 bulan 2025. Ketimbang pendapatan Rp 112,21 triliun di Januari-September 2024. Setelah dipotong biaya dan beban, laba usaha Telkom Indonesia tercatat Rp 29,17 triliun, menurun dari sebelumnya Rp 32,45 triliun.
Telkom Indonesia mencatatkan laba bersih konsolidasian sampai dengan akhir kuartal III-2025 Rp 20,59 triliun. Sedangkan di periode 9 bulan tahun 2024, capaian laba bersih konsolidasian TLKM Rp 23,02 triliun.
Baca Juga:
TelkomGroup Siap Operasikan Hyperscale Data Center NeutraDC Nxera Batam, Dukung Ekosistem AIPer 30 September 2025, Telkom Indonesia memiliki total aset Rp 291,89 triliun, liabilitas Rp 136,88 triliun, dan ekuitas Rp 155,01 triliun.
Saham Telkom Indonesia melemah 1,22% ke Rp 3.250 pada perdagangan Kamis (30/10/2025). Meski melemah, saham TLKM ternyata diserok asing dengan net buy Rp 53,92 miliar. Dalam periode tiga bulan terakhir, saham TLKM masih melonjak 12,85%.
Aksi dan Target Harga Saham
Sebelumnya diberitakan, Telkom Indonesia (TLKM) berencana menjual 20-30% saham anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), kepada mitra strategis. Muncul harga wajar saham TLKM.
Adapun penjualan sebagian saham TIF bertujuan untuk membuka nilai tersembunyi (value unlocking), menguji valuasi pasar, serta meningkatkan efisiensi modal. Telkom akan tetap memegang kendali di perusahaan yang memiliki aset jaringan serat optik atau fiber optic tersebut.
“Dana hasil divestasi diharapkan untuk alokasi pembayaran dividen rutin, dividen spesial, dan program pembelian kembali (buyback) saham,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (26/10/2025).
Rencana pelepasan 20-30% saham TIF akan dieksekusi setelah fase kedua pemisahan usaha (spin off) InfraCo tersebut selesai pada semester I-2026.
Telkom (TLKM) telah menyelesaikan tahap pertama spin off bisnis dan aset jaringan serat optik grosir ke TIF, dengan nilai buku bersih Rp 35,7 triliun – termasuk utang Rp 14 triliun.
Baca Juga:
BBRI Diteropong, Muncul Harga SeginiTahap pertama mencakup transfer aset fiber to the home (FTTH), fiber to the building (FTTB), fiber to the node (FTTN), dan jaringan backbone serat optik. Sedangkan kabel bawah laut domestik akan dialihkan pada tahap kedua.
“Penyelesaian tahap kedua ditargetkan pada pertengahan 2026, meski sekitar 5-7% aset berpotensi tertunda karena proses perizinan kabel bawah laut,” sebut Kafi.
Rekomendasi Saham dan Harga Wajar TLKM
Lebih lanjut, menurut Kafi, manajemen TLKM menyebutkan bahwa InfraCo tersebut dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp 25 triliun dan EBITDA sebesar Rp 9-10 triliun pada awal operasinya.
“Transaksi tahap pertama mencerminkan valuasi EV/EBITDA sebesar 8,75 kali atau jauh di bawah rata-rata perusahaan global yang berkisar 15 kali,” jelas dia.
Valuasi yang lebih rendah itu mencerminkan tingkat utilisasi jaringan yang masih sub-optimal, yakni sekitar 40%. Namun, manajemen TLKM menilai bahwa peningkatan utilisasi jaringan ke level optimal dapat memberikan potensi kenaikan valuasi, dengan kisaran wajar EV/EBITDA sebesar 9-12 kali.
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham TLKM dengan target harga Rp 3.500. Target harga saham TLKM berdasarkan rata-rata EV/EBITDA lima tahun terakhir yang digabungkan dengan valuasi discounted cash flow (DCF).
“Transaksi tahap pertama dengan EV/EBITDA sebesar 8,75 kali memang belum memberikan kenaikan langsung terhadap valuasi, namun sejalan dengan proyeksi dasar kami,” ungkap Kafi.
Apabila valuasi PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) – yang digadang-gadang bakal menjadi InfraCo terbesar di Indonesia – meningkat menjadi EV/EBITDA sebesar 11-15 kali dengan EBITDA konservatif Rp 10 triliun, harga wajar saham TLKM bisa naik ke kisaran Rp 3.700-4.100.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






