BERITA POPULER: Update Harga Emas Antam (ANTM) dan Perhiasan hingga Arah Saham SMGR
JAKARTA, investor.id – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, investor.id telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Jumat (13/2/2026):
1. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 13 Februari 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan terpantau kokoh di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi, namun menurun tipis di Laku Emas pada Jumat pagi, 13 Februari 2026.
Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.
Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadinata Abadi dalam berbagai kadar karat pada Jumat (13/2/2026) di sini.
2. Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 13 Februari 2026: Ambrol
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam pada Jumat (13/2/2026) ambrol sebesar Rp 43.000. Harga beli kembali atau buyback emas Antam (ANTM) pada Jumat (13/2/2026) juga anjlok.
Meski demikian, sepanjang 2026, harga emas Antam (ANTM) mencatatkan kenaikan sekitar 16%. Sebab, pada 1 Januari lalu, harga emas Antam (ANTM) tercatat hanya sebesar Rp 2.488.000 per gram.
Simak harga pecahan emas batangan – belum termasuk pajak – yang tercatat di laman Logam Mulia Antam (ANTM) pada Jumat (13/2/2026) di sini.
3. Saham Lagi Diskon Setengah Harga, Omzetnya Rp 25 T
Saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melonjak 13,07% ke Rp 3.200 pada akhir perdagangan Kamis (12/2/2026). Saham emiten BUMN diborong investor asing.
Saham Semen Indonesia selalu hijau dalam tiga hari bursa terakhir. Dalam sepekan, saham SMGR melejit 23,08% dengan angka net buy investor asing sejumlah Rp 53,87 miliar.
Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) SMGR atraktif 0,50 kali, alias diskon setengah harga dari nilai buku. Artinya, nilai buku atau book value per sahamnya Rp 6.400.
4. BCA (BBCA) Mau Ketok Dividen Final, Bakal Berapa per Sahamnya?
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 pada 12 Maret 2026.
Mata acaranya terdiri dari tujuh agenda, salah satunya adalah persetujuan penggunaan laba bersih perseroan yanng akan diusulkan agar disisihkan untuk pembagian dividen tunai.
Adapun sepanjang tahun 2025, Bank Central Asia membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 57,5 triliun. Sebelumnya, BCA telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 Rp 6,7 triliun atau Rp 55 per saham pada 22 Desember 2025.
5. DEWA Selangkah Lagi Produksi Emas, Saham Bakal Segini
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membeberkan rencana ekspansi ke bisnis emas yang menelan capex Rp450 miliar. Ini akan menjadi amunisi tambahan saham DEWA melaju, setelah prahara pengumuman MSCI.
Berdasarkan riset Henan Putihrai Sekuritas (HPS), eksplorasi tambang emas Gayo masih sesuai rencana hingga kuartal IV-2025 bersama dengan revaluasi aset. Eksplorasi fase kedua ditargetkan tuntas pada semester I-2026 dengan cakupan wilayah 30 ribu meter.
HPS mempertahankan rekomendasi buy saham DEWA dengan target harga segini. Saham DEWA diperdagangkan dengan PER 65 kali, premium dibandingkan sektor kontraktor tambang sebesar 34 kali dan setahun terakhir 54,8 kali.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






