Danantara Raih BBB Pefindo, Rating S&P dan Moody's Masih Diproses
Sebelumnya, S&P Global Ratings, Fitch Ratings, dan Moody’s Ratings menyematkan outlook beragam terhadap peringkat kredit (sovereign rating) pemerintah Indonesia. S&P misalnya, memberikan peringkat stabil kepada sovereign rating Indonesia dengan beberapa catatan.
Analis Sovereign S&P Global Rating Rain Yin melihat, pelemehan fiskal lebih lanjut berpotensi memberikan tekanan berupa penurunan tambahan terhadap peringkat kredit Indonesia. Namun, potensi ini bisa dimitigasi bilamana terdapat perbaikan yang mengimbangi pada metrik kredit lainnya.
Menurut Rain, volatilitas harga saham yang terjadi belakangan ini tidak secara material memengaruhi pandangan S&P terhadap peringkat kredit Indonesia. “Kami tidak memperkirakan, perekonomian dan kinerja fiskal Indonesia akan terdampak signifikan apabila pemerintah merespons dengan langkah-langkah untuk memitigasi dampak terhadap kepercayaan investor,” tulis Rain mengutip Bloomberg, Minggu (15/2/2026).
Dengan demikian, S&P menyematkan outlook stabil terhadap Indonesia. Sebab, risiko kenaikan maupun penurunan peringkat relatif seimbang dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi yang kuat di satu sisi dan basis ekspor serta penerimaan fiskal yang relatif sempit pada sisi yang lain.
Sama seperti S&P, Fitch Ratings menyematkan outlook stabil terhadap Indonesia diafirmasi dengan Peringkat Jangka Panjang Issuer Default Ratings (IDR) mata uang asing dan lokal Indonesia Investment Authority (INA) di level ‘BBB’ dan Peringkat Jangka Pendek IDR mata uang asing di ‘F2’. Fitch Ratings juga menegaskan Peringkat Nasional Jangka Panjang INA di ‘AAA(idn)’ dan Peringkat Nasional Jangka Pendek di ‘F1+(idn).
“Afirmasi tersebut mencerminkan penilaian Fitch yang tidak berubah terhadap tingginya kemungkinan dukungan luar biasa dari Pemerintah Indonesia (BBB/Stable) kepada INA yang diklasifikasikan sebagai entitas government related entity (GRE), sesuai dengan kriteria pemeringkatan GRE),” tulis Fitch.
Berbeda dengan S&P dan Fitch Ratings yang mempertahankan outlook stabil, Moody’s Ratings, justru memangkas outlook Indonesia dari stabil ke negatif. Moody’s melihat, adanya keraguan dari investor global terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah yang berujung pada meningkatnya volatilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah.
Koreksi yang terjadi baik di pasar saham maupun nilai tukar rupiah, menurut Moody’s, tidak bisa dipisahkan dari menurunnya skor Indonesia dalam indikator tata kelola global, khususnya pada aspek efektivitas dan kualitas pemerintah dalam menyusun regulasi.
“Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, melemahnya konsistensi dan kredibilitas kebijakan dapat menunjukkan bahwa institusi pemerintah melemah dan berpotensi menurunkan kekuatan ekonomi dan fiskal melalui berkurangnya daya tarik investasi dan naiknya biaya pinjaman pemerintah,” tulis Moody’s Ratings dalam keterangan resminya dikutip, Minggu (15/2/2026).
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





