Saham Konglo Rp 44 Perak Lari 1.434%, Mendadak Keluar Pengumuman
JAKARTA, investor.id - Saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) tiba-tiba selalu merah dalam tiga hari bursa terakhir. Pada Jumat (13/2/2026) pekan lalu, saham emiten Grup Harita ini ditutup minus 3,23% ke Rp 600.
Padahal saham Tirta Mahakam Resources hampir selalu anteng di zona hijau sejak mulai diperdagangkan lagi pada 26 November 2025, kecual ketika saham ini kena suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebelumnya, saham TIRT harganya hanya Rp 44. Dan hanya dalam waktu singkat melambung 1.434% ke Rp 675 per penutupan 10 Februari 2026. Tapi sejak 11 Februari, saham ini mendadak merah.
Ternyata, pengendali TIRT, yakni Harita Jayaraya mengumumkan bahwa melakukan aksi penjualan pada 10, 11, dan 12 Februari 2026. Dari semula menguasai 73,54% saham tinggal menjadi 71,13% saham.
TIRT dikendalikan oleh PT Harita Jayaraya (HJR). Di mana penerima manfaat akhir dari TIRT adalah konglomerat Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, Lim Gunawan Hariyanto, Lim Gunardi Hariyanto.
Tirta Mahakam Resources sebelumnya adalah perusahaan produsen dan penjual produk kayu terintegrasi, seperti plywood, blockboard, moulding, dan produk terkait kayu lainnya, yang didirikan pada tahun 1981.
Baca Juga:
Sinyal Penguatan Saham TelkoTapi kini TIRT terjun ke bisnis baru angkutan laut. Sebelumnya, emiten Harita Group, PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) melakukan penandatanganan akta jual beli 14 aset kapal dengan pihak berelasi, yakni PT Lima Srikandi Jaya (LSJ), PT Mitra Kemakmuran Line (MKL), serta PT Antar Sarana Rekasa (ASR) pada 1 Oktober 2025.
“Sehubungan dengan telah diperolehnya persetujuan dari pemegang saham independen terkait rencana TIRT untuk melakukan pembelian aset kapal berupa 20 unit armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge) maka pada tanggal 1 Oktober 2025, TIRT dan LSJ, MKL serta ASR telah menandatangani akta jual beli 14 aset kapal tersebut,” ungkap Sekretaris Perusahaan TIRT, Jackson Indrawan dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (4/10/2025).
Menurut Jackson Indrawan, hal tersebut untuk mendukung kegiatan usaha utama perseroan yang baru yaitu di bidang angkutan laut.
Adapun berdasarkan keterbukaan informasi terbaru, saat ini perseroan telah mengoperasikan sebanyak 20 unit armada kapal yang seluruhnya telah beroperasi (fully occupied). Perseroan terus berupaya mengoptimalkan tingkat utilisasi armada kapal guna mendukung keberlangsungan operasional serta memastikan pendapatan yang berkesinambungan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




