Sabtu, 4 April 2026

Laba Bandar Nikel Diramal Naik 355%, Cuan Saham Minimal 30%

Penulis : Harso Kurniawan
16 Feb 2026 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha Vale Indonesia (INCO). (Foto: INCO)
Ilustrasi kegiatan usaha Vale Indonesia (INCO). (Foto: INCO)

JAKARTA, Investor.id  - Laba bersih PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diprediksi naik hingga 355% tahun 2026, setelah perseroan mengamankan kuota produksi nikel 8 juta ton. Ini akan menjadi amunisi bagi saham INCO untuk melambung menuju target harga tinggi.

Berdasarkan riset CLSA, INCO berniat menambang dan menjual habis kuota itu pada semester I-2026. Ini memunculkan proyeksi perseroan bakal mengajukan lagi tambahan kuota lebih tinggi pada pertengahan tahun.

“INCO punya rencana produksi yang agresif, sehingga ada potensi penambahan kuota tahun ini. Alhasil, laba bersih perseroan berpeluang naik hingga tiga kali,” tulis CLSA dalam risetnya, dikutip pada Senin (16/2/2026).

Advertisement

Sementara itu, Macquarie mencatat, revisi kuota bagi INCO juga terbuka lebar. Sebab, proyek HPAL Bahodopi dan Sorowako belum siap, sedangkan proyek Sorowako sudah mendapatkan persetujuan penuh.

Broker ini menurunkan proyeksi penjualan bijih nikel INCO menjadi 8,5 juta ton tahun ini, yang hanya satu jenis yakni saprolit. Tadinya, proyeksi penjualan nikel INCO mencapai 13 juta ton, terdiri atas saprolit 5 juta ton dan limonit 8 juta ton.

“Tetapi, dampak dari perubahan ini terbatas, karena ASP bijih nikel limonit tiga kali lebih besar dari saprolit. Kami juga memangkas proyeksi produksi nikel matte INCO menjadi  61 ribu ton dari 71 ribu  ton,” tulis Macquarie.

Laba dan Target Harga

Macquarie menilai, pembatasan kuota produksi nikel bakal mengangkat harga di pasar global. Bagi broker ini, kenaikan harga nikel lebih berimbas ke harga saham ketimbangkan produksi. Ini membuka potensi rerating semua saham nikel.

Macquarie memprediksi pendapatan dan laba bersih INCO tahun 2026 mencapai US$ 1,6 miliar dan US$ 337 juta vs 2025 US$ 1miliar dan US$74 juta. Artinya, prediksi lonjakan laba bersih INCO versi Macquarie mencapai 355%, lebih besar CLSA.

Broker ini menyematkan rekomendasi outfperform saham INCO dengan target hagra Rp8.800. Estimasi total shareholder return (TSR) mencapai 30%, menggunakan harga saat riset dibuat Rp6.675.

Pada bagian lain, CLSA menilai valuasi saham INCO saat ini sedang menarik, dengan PER 2026 12 kali. CLSA memasang target harga saham INCO Rp9.000.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 47 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 59 menit yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia