Sabtu, 4 April 2026

Harga Minyak Ambles, Sentuh Level Terendah Dua Pekan

Penulis : Indah Handayani
18 Feb 2026 | 05:21 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia ambles pada perdagangan Selasa (17/2/2026), menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir. Penurunan dipicu harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah muncul perkembangan dalam perundingan nuklir kedua negara.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$ 1,23 (1,8%) dan ditutup di level US$ 67,42 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 56 sen (0,9%) menjadi US$ 62,33 per barel. Harga tersebut merupakan penutupan terendah Brent sejak 3 Februari dan WTI sejak 2 Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan, Iran dan AS telah mencapai kesepahaman mengenai prinsip-prinsip utama dalam putaran kedua perundingan tidak langsung di Jenewa terkait sengketa nuklir. Namun, ia menegaskan hal itu belum berarti kesepakatan final akan segera tercapai.

Advertisement

Perundingan berlangsung di tengah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Di saat yang sama, media pemerintah Iran melaporkan penutupan sementara Selat Hormuz selama beberapa jam, meski belum dipastikan apakah jalur tersebut telah sepenuhnya dibuka kembali.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur ekspor minyak terpenting di dunia. Sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati perairan yang memisahkan Oman dan Iran tersebut. Gangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap pasokan energi global.

Iran bersama anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui Selat Hormuz, terutama ke kawasan Asia.

Berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA), pada 2025 Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak. Di tingkat global, Rusia menempati posisi ketiga produsen minyak terbesar dunia setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Selain faktor geopolitik, tekanan harga juga datang dari laporan peningkatan bertahap produksi di ladang minyak raksasa Tengiz, Kazakhstan, setelah sempat mengalami gangguan pada Januari lalu.

Bayang-Bayang Rusia–Ukraina

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 9 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 35 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 38 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia