Harga Minyak Ambles, Sentuh Level Terendah Dua Pekan
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia ambles pada perdagangan Selasa (17/2/2026), menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir. Penurunan dipicu harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah muncul perkembangan dalam perundingan nuklir kedua negara.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$ 1,23 (1,8%) dan ditutup di level US$ 67,42 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 56 sen (0,9%) menjadi US$ 62,33 per barel. Harga tersebut merupakan penutupan terendah Brent sejak 3 Februari dan WTI sejak 2 Februari 2026.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan, Iran dan AS telah mencapai kesepahaman mengenai prinsip-prinsip utama dalam putaran kedua perundingan tidak langsung di Jenewa terkait sengketa nuklir. Namun, ia menegaskan hal itu belum berarti kesepakatan final akan segera tercapai.
Perundingan berlangsung di tengah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Di saat yang sama, media pemerintah Iran melaporkan penutupan sementara Selat Hormuz selama beberapa jam, meski belum dipastikan apakah jalur tersebut telah sepenuhnya dibuka kembali.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur ekspor minyak terpenting di dunia. Sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati perairan yang memisahkan Oman dan Iran tersebut. Gangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap pasokan energi global.
Iran bersama anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui Selat Hormuz, terutama ke kawasan Asia.
Berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA), pada 2025 Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak. Di tingkat global, Rusia menempati posisi ketiga produsen minyak terbesar dunia setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Selain faktor geopolitik, tekanan harga juga datang dari laporan peningkatan bertahap produksi di ladang minyak raksasa Tengiz, Kazakhstan, setelah sempat mengalami gangguan pada Januari lalu.
Bayang-Bayang Rusia–Ukraina
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






