Dividen Final BBCA Disorot, Segini per Sahamnya?
JAKARTA, investor.id - Stockbit Sekuritas mengestimasikan dividen final PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dari tahun buku 2025 mencapai Rp 270/saham.
Menurut Stockbit, angka itu mengindikasikan dividend yield 3,7% berdasarkan harga saham Rp 7.275/lembar per Rabu (18/2/2026).
“Estimasi ini didasarkan pada asumsi dividend payout ratio sebesar 70% (vs. payout 2024: 67,4%), di mana manajemen mengatakan pada earnings call 4Q25 bahwa perseroan melihat ruang bagi kenaikan payout ratio,” jelas Stockbit Sekuritas dalam ulasannya dikutip Kamis (19/2/2026).
Baca Juga:
Saham BBCA Diestimasi BeginiPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 pada 12 Maret 2026.
Rapat digelar di Menara BCA mulai pukul 14.00 WIB. “Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak hadir dalam RUPS (recording date) 11 Februari 2026,” ungkap manajemen BCA (BBCA) dalam pemanggilan RUPST.
Mata acaranya terdiri dari tujuh agenda, salah satunya adalah persetujuan penggunaan laba bersih.
"Penggunaan laba bersih perseroan akan diusulkan agar disisihkan untuk pembagian dividen tunai dan sisa laba bersih yang tidak ditentukan penggunaannya akan ditetapkan sebagai laba ditahan," terang manajemen BCA.
Adapun sepanjang tahun 2025, Bank Central Asia membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 57,5 triliun.
Sebelumnya, BCA telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 Rp 6,7 triliun atau Rp 55 per saham pada 22 Desember 2025.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






