Harga Bitcoin (BTC) Merosot, Kripto Tertekan Tarif Trump
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto turun pada perdagangan Senin (23/2/2026) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) hari ini merosot di tengah tekanan sentimen global menyusul kenaikan tarif Amerika Serikat (AS) menjadi 15% oleh Presiden AS Donald Trump. Ketidakpastian kebijakan dagang membuat aset kripto kembali tertekan.
Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 0,87% menjadi US$ 2,32 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat merosot 0,42% ke US$ 67.677 per koin atau sekitar Rp 1,14 miliar (kurs Rp 16.862) pada saat berita ini ditulis.
Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar di pasar, jatuh 1,3%. Dengan Ethereum terpangkas 0,74% ke US$ 1.958, Binance (BNB) jatuh 1,77% ke US$ 615, Solana (SOL) anjlok 2,47% ke US$ 83, XRP ambles 2,53% ke US$ 1,39, dan Dogecoin (DOGE) ambrol 3,53% ke US$ 0,09.
Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin (BTC) kembali ke level US$67.000 di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan tarif AS. Tekanan muncul setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif global menjadi 15% dari sebelumnya 10%, meskipun Mahkamah Agung AS baru saja membatalkan kebijakan darurat perdagangan yang lebih luas.
Sebelumnya, putusan Mahkamah Agung sempat dipandang dapat membatasi langkah Washington dalam menerapkan tarif besar-besaran, khususnya menjelang rencana kunjungan Trump ke Beijing pada 31 Maret mendatang. Namun, pemerintah AS justru merespons dengan menaikkan tarif global, sehingga ketidakpastian hukum dan kebijakan tetap membayangi pasar.
Tarif AS
China kini dikenakan tarif 15%, setara dengan sekutu AS lainnya, dengan skema evaluasi dalam jangka waktu 150 hari. Kombinasi antara eskalasi tarif dan ketidakjelasan arah kebijakan ini cenderung menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah kripto utama lainnya juga mencatatkan penurunan.
Ketegangan dagang tidak hanya terbatas pada Asia. Sejumlah anggota parlemen Eropa juga menunjukkan kehati-hatian terhadap kelanjutan kesepakatan dagang yang dikenal sebagai Turnberry Agreement, dengan meminta kejelasan komitmen dari Washington sebelum melangkah lebih jauh.
Untuk saat ini, pergerakan pasar kripto masih sangat dipengaruhi sentimen makro global. Selama kebijakan tarif AS belum menemukan kepastian yang lebih solid, aset digital diperkirakan akan terus bergerak sejalan dengan selera risiko pasar secara umum, alih-alih didorong oleh katalis internal industri kripto.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






