Sabtu, 4 April 2026

Harga CPO Melemah Lagi, Dihantam Bejibun Sentimen Negatif

Penulis : Indah Handayani
24 Feb 2026 | 06:08 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Produk CPO (Foto: IST)
Ilustrasi Produk CPO (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melemah lagi pada Senin (23/2/2026), melanjutkan pelemahan dua hari beruntun. Pelemahan itu karena dihantam bejibun sentimen negatif, mulai dari turunnya harga minyak mentah dunia, pergerakan minyak kedelai di Chicago, penguatan ringgit Malaysia hingga prediksi pelemahan ekspor CPO.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Senin (23/2/2026), kontrak berjangka CPO untuk Maret 2026 jatuh 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.051 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2026 melemah 6 Ringgit Malaysia menjadi 4.081 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Mei 2026 terpangkas 9 Ringgit Malaysia menjadi 4.083 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 turun 14 Ringgit Malaysia menjadi 4.082 Ringgit Malaysia per ton.

Advertisement

Kontrak berjangka CPO Juli 2026 melemah 26 Ringgit Malaysia menjadi 4.074 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 turun 26 Ringgit Malaysia menjadi 4.073 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari TradingView, Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Senin. Penurunan ini dipicu melemahnya harga minyak mentah serta pelemahan minyak kedelai di Chicago pada perdagangan sebelumnya. Penguatan nilai tukar ringgit juga turut menekan harga.

“Harga CPO dibuka lebih rendah akibat penyesuaian spread terhadap minyak kedelai Chicago. Potensi kenaikan harga kemungkinan terbatas di tengah penguatan ringgit,” ujar seorang trader berbasis di Kuala Lumpur.

Ringgit Malaysia, yang merupakan mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,31% terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat minyak sawit menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Harga Minyak Kedelai

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,73% setelah sebelumnya turun 1,31% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Dalian Commodity Exchange masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya karena bersaing dalam pangsa pasar minyak nabati global.

Kontrak kedelai Chicago juga terkoreksi dari level tertinggi tiga bulan yang dicapai pekan lalu, tertekan ketidakpastian terkait kebijakan tarif setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif besar-besaran Presiden Donald Trump.

Dari sisi fundamental, ekspor produk CPO Malaysia periode 1–20 Februari diperkirakan turun antara 8,9% hingga 12,6%, berdasarkan data dari lembaga survei kargo Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia.

Harga minyak mentah dunia juga turun sekitar 1% seiring AS dan Iran bergerak menuju putaran ketiga perundingan nuklir, yang meredakan kekhawatiran konflik. Namun, gelombang baru kenaikan tarif oleh Trump kembali menambah ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Melemahnya harga minyak mentah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Secara teknikal, harga minyak sawit berpotensi menguji level support di 4.064 ringgit per ton. Jika level tersebut ditembus, harga berisiko turun lebih lanjut ke 3.999 ringgit per ton.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 39 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 49 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia