Astra Otoparts (AUTO) Tahan Banting, Malah Cetak Rekor
Sepanjang 2025, segmen manufaktur AUTO membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 10,57 triliun, meningkat 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh penguatan portofolio produk, termasuk kontribusi model kendaraan baru dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM), baik roda dua maupun roda empat, serta kinerja ekspor yang tetap solid sepanjang tahun.
Untuk menjaga daya saing, AUTO memperkuat kapabilitas produksi melalui otomasi dan digitalisasi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Perseroan juga terus mengembangkan kompetensi engineering, serta memperluas kolaborasi dengan mitra strategis guna memastikan standar kualitas yang kompetitif.
Sejalan dengan transformasi industri menuju era elektrifikasi, AUTO memperkuat perannya melalui dua inisiatif utama, yakni produksi berbagai komponen kendaraan xEV — antara lain auxiliary battery, hybrid damper, hose cooling inverter & motor, hingga battery case — dan pengembangan produk EV charging untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Selain itu, AUTO terus memperluas portofolio ke industri non-otomotif seperti alat kesehatan, komponen alat berat, dan sektor industri lainnya sebagai bagian dari strategi membangun sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan dan memperkuat struktur bisnis jangka panjang.
Sementara itu, segmen perdagangan AUTO mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 9,34 triliun pada 2025, meningkat 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penguatan pasar domestik, peluncuran produk baru, ekspansi jaringan ritel yang berkelanjutan, serta kinerja ekspor yang tetap solid sepanjang tahun.
Kinerja domestik didukung oleh jaringan distribusi melalui 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani sekitar 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Gerak-gerik Asing di Saham BBRI dan BMRIHingga akhir 2025, AUTO mengoperasikan 654 gerai ritel, mencakup Astra Otoservice, Super Shop & Drive, Shop & Drive, Shop & Bike, serta Motoquick, meningkat dari 603 gerai pada tahun sebelumnya.
Untuk memperluas akses pasar, AUTO juga mengembangkan platform Astra Otoshop yang melayani segmen business to business bagi mitra usaha serta business to consumer bagi pelanggan akhir.
Dalam mendukung transisi menuju era elektrifikasi, AUTO turut mengelola infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik melalui Astra Otopower yang hingga akhir 2025 telah mengoperasikan 65 unit di 57 lokasi di Indonesia, memperluas peran perseroan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






