AADI Ketiban Berkah, Sahamnya Bisa Kasih Cuan Gede
JAKARTA, investor.id – Peringkat sektor batu bara dinaikkan menjadi overweight. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) paling diuntungkan. Begitu juga dengan prospek saham AADI ke depan. Potensi cuan gede.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta mengungkapkan bahwa permintaan batu bara termal dapat berubah drastis dalam skenario gangguan pasokan minyak – meskipun pada 2025 relatif lemah yang dipicu oleh penurunan permintaan dari China dan India.
Baca Juga:
Net Sell Lagi, Asing Sasar Saham BUMNGangguan distribusi minyak dari Timur Tengah serta pasokan gas memicu kenaikan harga minyak dan LNG. Kondisi tersebut bakal mendorong perusahaan utilitas di India, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa meningkatkan penggunaan batu bara.
“Berdasarkan analisis kami, gangguan jangka pendek dapat meningkatkan permintaan batu bara termal global 40–55 juta ton atau sekitar 0,5% dari permintaan global,” tulis Erindra dalam risetnya, yang dikutip pada Jumat (6/3/2026).
Namun, jika gangguan berlangsung lebih lama, akan memicu tambahan permintaan di atas 91 juta ton atau lebih dari 1,1% dari permintaan global.
Sedangkan dalam skenario guncangan yang lebih berkepanjangan, kenaikan permintaan dapat melebihi 180 juta ton atau lebih dari 2,1% dari permintaan global.
Sementara itu, dalam skenario ringan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan harga batu bara Newcastle naik ke kisaran US$ 130-150 per ton, sedangkan ICI3 berpotensi naik ke US$ 75-80 per ton dan ICI4 ke US$ 55-60 per ton.
“Kenaikan tersebut mencerminkan permintaan restocking yang moderat dari India dan Asia Tenggara di tengah likuiditas pasar spot Indonesia yang sudah terbatas,” ungkap Erindra.
Dalam skenario gangguan moderat, ketika pasar LNG makin ketat dan substitusi ke batu bara menjadi lebih luas, harga Newcastle diperkirakan naik ke US$ 150-175 per ton. ICI3 berpotensi mencapai US$ 90-100 per ton dan ICI4 menjadi US$ 65-75 per ton.
Dalam skenario gangguan berkepanjangan, harga berpotensi naik lebih signifikan. Harga Newcastle dapat mencapai US$ 200-250 per ton, sedangkan ICI3 dan ICI4 masing-masing berpotensi naik ke kisaran US$ 145-185 per ton dan US$ 105-135 per ton.
Potensi Cuan Saham AADI Gede
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






