Sabtu, 4 April 2026

AADI Ketiban Berkah, Sahamnya Bisa Kasih Cuan Gede

Penulis : Jauhari Mahardhika
6 Mar 2026 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi kegiatan usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Peringkat sektor batu bara dinaikkan menjadi overweight. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) paling diuntungkan. Begitu juga dengan prospek saham AADI ke depan. Potensi cuan gede.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta mengungkapkan bahwa permintaan batu bara termal dapat berubah drastis dalam skenario gangguan pasokan minyak – meskipun pada 2025 relatif lemah yang dipicu oleh penurunan permintaan dari China dan India.

Gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah serta pasokan gas memicu kenaikan harga minyak dan LNG. Kondisi tersebut bakal mendorong perusahaan utilitas di India, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa meningkatkan penggunaan batu bara.

Advertisement

“Berdasarkan analisis kami, gangguan jangka pendek dapat meningkatkan permintaan batu bara termal global 40–55 juta ton atau sekitar 0,5% dari permintaan global,” tulis Erindra dalam risetnya, yang dikutip pada Jumat (6/3/2026).

Namun, jika gangguan berlangsung lebih lama, akan memicu tambahan permintaan di atas 91 juta ton atau lebih dari 1,1% dari permintaan global.

Sedangkan dalam skenario guncangan yang lebih berkepanjangan, kenaikan permintaan dapat melebihi 180 juta ton atau lebih dari 2,1% dari permintaan global.

Sementara itu, dalam skenario ringan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan harga batu bara Newcastle naik ke kisaran US$ 130-150 per ton, sedangkan ICI3 berpotensi naik ke US$ 75-80 per ton dan ICI4 ke US$ 55-60 per ton.

“Kenaikan tersebut mencerminkan permintaan restocking yang moderat dari India dan Asia Tenggara di tengah likuiditas pasar spot Indonesia yang sudah terbatas,” ungkap Erindra.

Dalam skenario gangguan moderat, ketika pasar LNG makin ketat dan substitusi ke batu bara menjadi lebih luas, harga Newcastle diperkirakan naik ke US$ 150-175 per ton. ICI3 berpotensi mencapai US$ 90-100 per ton dan ICI4 menjadi US$ 65-75 per ton.

Dalam skenario gangguan berkepanjangan, harga berpotensi naik lebih signifikan. Harga Newcastle dapat mencapai US$ 200-250 per ton, sedangkan ICI3 dan ICI4 masing-masing berpotensi naik ke kisaran US$ 145-185 per ton dan US$ 105-135 per ton.

Potensi Cuan Saham AADI Gede 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 15 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 25 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia