Ada Saham Batu Bara Murah, Potensi Cuan 51%, Laba Gede
JAKARTA, investor.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), emiten pertambangan batu bara termal, membukukan laba bersih 2025 yang sejalan dengan ekspektasi. Sementara itu, di lantai bursa, saham AADI masih tergolong murah. Potensi cuan hingga 51%.
AADI mencetak laba bersih US$ 173 juta pada kuartal IV-2025 (4Q25), naik 9% qoq atau 27% yoy. Hasil tersebut membuat laba bersih selama 2025 mencapai US$ 760 juta atau turun 37% yoy.
“Perolehan laba bersih AADI selama 2025 sejalan dengan ekspektasi, karena mencapai 100% dari estimasi konsensus 2025,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto dalam catatannya, yang dikutip pada Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, jika mengecualikan one–off gain dari penjualan kepemilikan di PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sebesar US$ 323 juta pada 2Q24, laba bersih AADI hanya turun 14% yoy selama 2025.
Adapun perbaikan kinerja AADI secara kuartalan pada 4Q25 didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata sebesar 4% qoq, serta kenaikan volume penjualan sebanyak 3% qoq. Alhasil, pendapatan AADI meningkat 8% qoq pada 4Q25.
Dari sisi biaya, cash cost per ton turun 5% qoq seiring penurunan stripping ratio menjadi 4,4 kali dibandingkan 5 kali pada 3Q25 dan 4,5 kali pada 4Q24.
Baca Juga:
Saham PTBA Diakumulasi, Cuan MenantiHal itu mendorong margin laba kotor menjadi 24,5% pada 4Q25 dibandingkan 20,5% pada 3Q25 dan 27,3% pada 4Q24.
“Kenaikan margin laba bersih secara kuartalan pada 4Q25 tidak sebesar peningkatan margin laba kotor, seiring meningkatnya kerugian selisih kurs dan kerugian nilai wajar atas investasi lain–lain,” jelas Everson.
Harga Murah, Potensi Cuan Besar
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





