Emas Semakin Jadi Incaran Bank Sentral di 2026
JAKARTA, investor.id - World Gold Council (WGC) mengungkapkan bahwa bank-bank sentral global tetap menjadi pembeli emas yang aktif di 2026, bahkan ketika harga meroket ke rekor tertinggi pada bulan Januari,
WGC juga mencatat, permintaan emas di sektor resmi tetap tangguh dalam beberapa bulan pertama. Organisasi tersebut memperkirakan bank-bank sentral global akan membeli sekitar 850 ton emas pada tahun 2026, jumlah yang hampir sama dengan tahun lalu.
“Fenomena yang telah kita lihat dalam beberapa bulan terakhir adalah bank sentral baru, atau bank sentral yang telah lama tidak aktif atau absen dari pasar emas, memasuki pasar emas,” kata Shaokai Fan, kepala global bank dunia untuk WGC, dikutip dari Mining, Sabtu (28/3/2026).
“Saya pikir itu mungkin tren yang akan berlanjut hingga tahun 2026,” ungkapnya.
WGC membeberkan, momentum pembelian emas yang terlihat tahun ini mengikuti gelombang pembelian berkelanjutan pada 2025 lalu, ketika bank-bank sentral kembali menjadi salah satu sumber permintaan emas terbesar secara global.
Total pembelian emas di sektor resmi telah mencapai sekitar 863 ton tahun ini, menurut WGC. Namun, jumlah tersebut masih sedikit di bawah rekor yang tercatat pada tahun 2022–2023, meski masih sangat kuat secara historis.
Di sisi lain, perang di Timur Tengah telah memaksa beberapa negara untuk menjual sebagian cadangan emas mereka untuk memperkuat cadangan devisa seiring lonjakan harga minyak, meskipun fundamental yang mendasari kepemilikan logam tersebut tetap utuh.
“Penurunan tajam harga emas baru-baru ini menandai perubahan dramatis dalam sentimen investor, dengan logam mulia ini menghadapi salah satu penurunan mingguan paling tajam dan mendekati wilayah pasar bearish,” kata Alan Goldberg, analis data utama di BestBrokers.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






