Minggu, 5 April 2026

Harga Minyak Berbalik Arah, Dipicu Sinyal Akhir Perang Iran

Penulis : Indah Handayani
1 Apr 2026 | 04:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi minyak bumi.
Ilustrasi minyak bumi.

HOUSTON, investor.idHarga minyak dunia berbalik turun pada perdagangan Selasa (31/3/2026), setelah muncul laporan bahwa Iran membuka peluang untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS), meski dengan sejumlah syarat.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent untuk pengiriman Juni ditutup turun US$ 3,42 ke level US$ 103,97 per barel. Pelemahan ini dipicu laporan media, termasuk Bloomberg, yang menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian siap mengakhiri perang jika ada jaminan tertentu dari pihak internasional.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk Mei, yang berakhir pada hari yang sama, justru melonjak US$ 5,57 (4,94%) ke US$ 118,35 per barel. Adapun minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun US$ 1,50 (1,46%) ke US$ 101,38 per barel.

ADVERTISEMENT

Peralihan fokus investor dari kontrak Mei ke Juni menyebabkan likuiditas kontrak lama menurun tajam. Volume transaksi kontrak Mei tercatat hanya 18.652 lot, sekitar 30 kali lebih rendah dibandingkan kontrak Juni yang lebih aktif diperdagangkan.

Sepanjang Maret, harga minyak mencatat lonjakan luar biasa. Data LSEG menunjukkan kontrak Brent bulan berjalan melonjak hingga 64%, tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1988. Sementara itu, WTI naik sekitar 52%, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2020.

Analis Again Capital John Kilduff mengatakan, pernyataan dari Iran langsung menekan harga minyak. Jika konflik benar-benar mereda, Selat Hormuz berpotensi kembali dibuka, sehingga pasokan global meningkat dan premi risiko pada harga minyak akan berkurang.

“Jika permusuhan berhenti, pasokan akan kembali ke pasar dan mengikis lonjakan harga yang selama ini didorong faktor risiko,” ujarnya.

Selama empat pekan terakhir, harga minyak terus merangkak naik seiring eskalasi konflik Iran yang memicu gangguan besar pada infrastruktur energi di kawasan Teluk. Gangguan tersebut menyebabkan salah satu disrupsi pasokan minyak dan gas terburuk dalam sejarah.

Survei Reuters juga menunjukkan produksi minyak OPEC anjlok 7,3 juta barel per hari pada Maret menjadi 21,57 juta barel per hari, level terendah sejak puncak pandemi Covid-19 pada Juni 2020. Penurunan ini dipicu pembatasan ekspor yang dipaksakan akibat konflik.

Meski demikian, pergerakan harga minyak sepanjang bulan sangat fluktuatif. Setiap sinyal deeskalasi dari Presiden AS Donald Trump kerap menekan harga, namun kembali naik akibat ancaman Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Faktor Pergerakan Pasar Minyak

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia