Sabtu, 4 April 2026

Bitcoin (AS) Terperosok Bersama Wall Street Usai Pidato Trump

Penulis : Grace El Dora
2 Apr 2026 | 13:39 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC).
Ilustrasi Bitcoin (BTC).

SINGAPURA, investor.id – Harga Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya mengalami koreksi tajam di pasar Asia pada perdagangan Kamis (2/4/2025) siang. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tadi pagi yang mengisyaratkan akan adanya serangan militer lebih keras terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.

Bitcoin merosot hingga 2,8%, jatuh ke level di bawah US$ 66.300 pada tengah hari waktu Singapura. Aset kripto yang lebih kecil (altcoins) mengalami pukulan yang lebih telak; Ether turun hingga 4,7%, sementara Solana anjlok mencapai 5,1%.

Pidato Trump tersebut memupus harapan pasar akan berakhirnya konflik militer di Timur Tengah dalam waktu dekat. Hal ini memicu aksi jual pada aset berisiko.

Indeks saham Asia Pasifik MSCI turun 1,7%, membalikkan tren pemulihan yang sempat terjadi sebelumnya. Sebaliknya, harga minyak mentah jenis Brent melonjak lebih dari 5% hingga menembus angka US$ 106 per barel.

Advertisement

"Pasar saham dan komoditas terus bergejolak mengikuti komentar terbaru Trump mengenai perkembangan geopolitik," ujar pendiri Orbit Markets Caroline Mauron seperti dikutip Bloomberg internasional, Kamis. Ia menambahkan, Bitcoin saat ini cenderung mengekor pergerakan bursa saham, meskipun dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan sensitivitas yang mulai berkurang terhadap berita baik maupun buruk.

Sentimen Pasar yang Berubah Cepat

Komentar keras Trump ini merusak sentimen positif yang sempat terbangun awal pekan ini, saat sang Presiden sempat menyatakan pertimbangan untuk mengakhiri perang sebelum membuka kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan maritim yang sangat krusial.

Sebenarnya, Bitcoin sempat menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan aset lainnya selama perang berlangsung. Bitcoin menutup Maret 2026 dengan kenaikan 2%, memutus tren penurunan selama lima bulan berturut-turut.

Sebaliknya, emas yang biasanya menjadi aset aman (safe haven) justru anjlok lebih dari 11% pada Maret 2026 akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu gangguan pasokan energi.

Tekanan Permintaan Masih Berlanjut

Meskipun sempat menguat tipis, permintaan Bitcoin secara keseluruhan tetap berada di bawah tekanan sejak aksi jual besar-besaran pada Oktober 2025. Saat ini, harga Bitcoin masih turun sekitar 45% dari puncaknya yang sempat menyentuh angka di atas US$ 126.000.

Laporan dari CryptoQuant menyebutkan bahwa tingkat permintaan riil Bitcoin masih berada di zona negatif, mengindikasikan bahwa minat beli investor belum mampu mengimbangi jumlah Bitcoin baru yang dihasilkan melalui proses mining.

Memasuki 2026, narasi Bitcoin sebagai "emas digital" atau aset pelindung nilai kembali diuji oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Berbeda dengan dekade sebelumnya, pergerakan Bitcoin kini semakin terintegrasi dengan pasar keuangan tradisional (Wall Street), sehingga sangat sensitif terhadap kebijakan luar negeri AS dan stabilitas jalur perdagangan global seperti Selat Hormuz.

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada harga energi, tetapi juga memicu perubahan strategi investor global. Ketika risiko perang meningkat, investor cenderung beralih dari aset berisiko tinggi seperti kripto ke aset yang lebih likuid atau komoditas energi.

Penurunan Bitcoin dari puncaknya di angka US$ 126.000 mencerminkan betapa besarnya pengaruh stabilitas makroekonomi dan keamanan internasional terhadap kepercayaan pemegang aset digital di era modern ini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 10 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 30 menit yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 51 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 1 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 1 jam yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 2 jam yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia