Rupiah Sulit Balik Arah
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diprediksi kembali melemah pada Selasa, 7 April 2026.
Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah 55 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 70 poin di level Rp 17.035 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.980.
"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.030 - Rp 17.080," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).
"Investor fokus pada tenggat waktu Presiden Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz," katanya.
Rupiah juga diprediksi kembali melemah imbas sentimen yang meningkat tentang inflasi, seiring berlanjutnya lonjakan harga minyak dunia.
"Meningkatnya kembali harga minyak mentah juga memperkuat kekhawatiran inflasi bagi pasar keuangan, dengan biaya energi yang lebih tinggi diperkirakan akan menekan sektor transportasi, manufaktur, dan konsumen secara global jika Selat tetap diblokir," Ibrahim menyoroti.
Dari sisi internal, rupiah diprediksi sulit keluar zona merah menyusul rilis defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Maret 2026 yang telah mencapai Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni hanya Rp99,8 triliun atau 0,41% terhadap PDB.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






