Harga Minyak Melonjak, Blokade AS ke Iran Picu Ketegangan Baru
Sejumlah negara pun mulai menggelontorkan bantuan darurat untuk meredam dampak kenaikan biaya energi. Sementara itu, Organization of the Petroleum Exporting Countries memangkas proyeksi permintaan minyak global pada kuartal II sebesar 500.000 barel per hari.
Kepala International Energy Agency, Fatih Birol, menyatakan negara-negara anggota berpotensi melepas cadangan minyak strategis guna menstabilkan pasar, meskipun diharapkan langkah tersebut tidak perlu diambil.
Di tengah ketegangan, pernyataan Trump yang kerap berubah-ubah, mulai dari ancaman hingga harapan tercapainya kesepakatan damai, membuat pelaku pasar tetap berhati-hati. Analis RBC Capital Markets, Helima Croft, menilai harga minyak berpotensi terus naik jika blokade benar-benar diperketat.
Meski demikian, sejumlah pihak melihat peluang meredanya konflik masih terbuka. Selama beberapa hari terakhir, tidak ada serangan lanjutan dari kedua pihak, dan gencatan senjata sementara dinilai masih bertahan, memberikan secercah harapan bagi stabilitas pasar energi global.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





