Harga Minyak Melonjak, Blokade AS ke Iran Picu Ketegangan Baru
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Senin (13/4/2026), setelah militer Amerika Serikat (AS) mulai memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran.
Dikutip daro Reuters, langkah tersebut memicu ancaman balasan dari Teheran terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk, menyusul gagalnya pembicaraan damai pada akhir pekan.
Berdasarkan data pasar, harga minyak Brent naik US$ 4,16 (4,4%) menjadi US$ 99,36 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 2,51 atau 2,6% ke level US$ 99,08 per barel.
Meski sempat melonjak lebih tinggi di awal sesi, harga minyak akhirnya ditutup di bawah level puncaknya, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi sejak konflik pecah pada akhir Februari.
Ketegangan geopolitik ini berdampak signifikan terhadap pasokan energi global.
Gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, jalur vital yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, menjadi faktor utama lonjakan harga. Bahkan, di pasar fisik, harga minyak untuk pengiriman langsung ke Eropa dilaporkan menembus rekor baru di kisaran US$ 150 per barel.
Presiden AS Donald Trump menyebut sekitar 34 kapal melintasi Selat Hormuz pada Minggu, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi. Sebagai perbandingan, dalam kondisi normal lebih dari 100 kapal melintas setiap harinya.
Lonjakan harga energi mulai menekan konsumen global. Di AS, harga bensin dan solar mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022, memaksa masyarakat mengurangi konsumsi. Di sisi lain, Uni Eropa mencatat lonjakan tagihan bahan bakar fosil hingga 22 miliar Euro sejak konflik dimulai, mendorong koordinasi kebijakan energi antarnegara anggota.
Ketidakpastian Masih Tinggi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





