Minggu, 21 Juni 2026

Harga Minyak Naik Nyaris 5%, Pasar Ragukan Negosiasi AS dan Iran

Penulis : Indah Handayani
17 Apr 2026 | 04:53 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak
ilustrasi minyak

NEW YORK, investor.idHarga minyak dunia naik nyaris 5% pada perdagangan Kamis (16/4/2026), seiring meningkatnya keraguan pelaku pasar bahwa negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mampu segera meredakan gangguan pasokan energi global.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak Brent naik US$ 4,46 (4,7%) ke level US$ 99,39 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 3,40 (3,7%) menjadi US$ 94,69 per barel.

Kenaikan harga dipicu oleh berlanjutnya gangguan distribusi energi di Timur Tengah akibat konflik AS-Israel dengan Iran. Penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia, menjadi faktor utama yang menekan pasokan global.

ADVERTISEMENT

Setiap hari gangguan berlangsung, pasokan minyak global terus terkuras sehingga memperketat kondisi pasar. Analis pasar minyak dari PVM Oil Associates John Evans menilai, situasi masih penuh ketidakpastian.

“Kami tetap skeptis konflik ini bisa segera diselesaikan. Setiap kabar positif selalu diimbangi dengan sentimen negatif lainnya,” ujarnya.

Sejumlah sumber menyebutkan, negosiator AS dan Iran mulai menurunkan ekspektasi terhadap kesepakatan damai komprehensif. Fokus pembicaraan kini bergeser pada perjanjian sementara untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Namun, Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sudah sangat dekat. Pernyataan ini tidak banyak memengaruhi pergerakan harga minyak, mencerminkan sikap hati-hati pasar.

Bahkan, pengumuman gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon juga tidak mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Gangguan pasokan ini mulai menekan cadangan minyak dunia, terutama bahan bakar jet di kawasan Asia dan Afrika. Analis dari ING memperkirakan sekitar 13 juta barel per hari aliran minyak terganggu akibat penutupan Selat Hormuz.

Gangguan Belum Reda

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 20 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia