Saham Sentuh 5.900-an, Bos BBCA Buka Suara
Sebanyak 273,26 juta saham BBCA diperdagangkan pada Senin, 27 April 2026 dengan frekuensi 80.207 kali, dan nilai transaksi Rp1,64 triliun. Investor asing membukukan net sell di saham BBCA sebesar Rp896,04 miliar.
Adapun dalam sepekan terakhir, saham BBCA melemah 8,08% dengan investor asing membukukan net sell Rp 4,77 triliun. "Iya, sepertinya investor asing masih banyak yang jual," ucap Hendra.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi segala peraturan/ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:
BBCA Raup Laba Rp14,7 TriliunDalam earnings call kuartal I-2026, Stockbit Sekuritas menyampaikan bahwa manajemen BBCA mempertahankan seluruh guidance 2026. Manajemen menjelaskan bahwa kenaikan beban provisi pada kuartal I merupakan langkah proaktif atas situasi makroekonomi terkini sekaligus meningkatnya risiko di segmen konsumer, komersial, dan SME.
Dari sisi margin, manajemen mengakui tren tekanan pada loan yield terus berlanjut, meski mulai kembali naiknya yield obligasi pemerintah dan SRBI diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap keseluruhan net interest margin (NIM) BBCA baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Secara fundamental, di antara Big 4 Banks, kami mempertahankan preferensi pada BBCA dan BMRI, di mana aspek risk management serta portofolio yang kuat pada segmen corporate membuat kedua bank tersebut relatif resilient, terutama dalam kondisi makroekonomi saat ini," tulis Stockbit Sekuritas.
Dalam jangka pendek–menengah, pergerakan harga saham perbankan termasuk BBCA berpotensi lebih dipengaruhi oleh sentimen investor asing (foreign flow), termasuk nilai tukar rupiah.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






