Harga Minyak Menggila, Dunia Dibayangi Krisis Pasokan
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia kembali ditutup melonjak pada perdagangan Selasa (12/5/2026), memperpanjang reli selama tiga hari berturut-turut di tengah memudarnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dikutip dari Reuters, ketegangan geopolitik yang terus meningkat memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global berkepanjangan.
Harga minyak Brent melonjak US$ 3,56 (3,42%) menjadi US$ 107,77 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak US$ 4,11 (4,19%) ke level US$ 102,18 per barel.
Sebelumnya, kedua acuan minyak tersebut juga telah menguat hampir 3% pada perdagangan Senin.
Lonjakan harga minyak dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negosiasi gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi ‘on life support’. Pernyataan itu mencerminkan masih lebarnya perbedaan antara Washington dan Teheran terkait proposal penghentian perang di Timur Tengah.
Baca Juga:
Harga Emas Rontok, Minyak MeledakIran meminta penghentian seluruh aksi militer, pencabutan blokade laut AS, pemulihan ekspor minyak Iran, kompensasi kerusakan perang, hingga pencabutan sanksi ekonomi.
Selain itu, Iran juga menegaskan kedaulatannya atas Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
“Pasar mulai meragukan kesepakatan damai bisa segera tercapai,” ujar analis StoneX Alex Hodes.
Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan Selat Hormuz berpotensi tetap tertutup hingga akhir Mei 2026. Proyeksi tersebut lebih lama dibanding perkiraan sebelumnya yang hanya sampai akhir April.
EIA memperingatkan pemulihan produksi dan pola perdagangan minyak global kemungkinan baru kembali normal pada akhir 2026 atau awal 2027 meskipun jalur pelayaran nantinya kembali dibuka.
Gangguan di Selat Hormuz telah membuat sejumlah produsen mengurangi ekspor minyaknya. Survei Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC pada April turun ke level terendah dalam lebih dari dua dekade.
Stok Minyak Menyusut
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






