Kamis, 14 Mei 2026

Saham CDIA Mulai Dilahap Lagi, Harga Bisa Segini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Mei 2026 | 07:55 WIB
BAGIKAN
CDIA
CDIA

JAKARTA, investor.id – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melompat 5,47% ke Rp 1.060 pada perdagangan Selasa (12/5/2026) kemarin. Saham CDIA kembali dilahap oleh investor asing.

Sebanyak 110,59 juta saham Chandra Daya Investasi diperdagangkan, frekuensi 18.833 kali, dan nilai transaksi Rp 113,63 miliar. Investor asing membukukan net buy di saham ini Rp 4,97 miliar.

Itu terjadi setelah sempat asing net sell tipis Rp 748,18 juta di 11 Mei. Tapi sebelumnya, pada 7 dan 8 Mei, saham CDIA mencetak net buy asing masing-masing Rp 13,48 miliar dan Rp 2,15 miliar.

ADVERTISEMENT

Saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu berbalik arah setelah usai selalu ditutup di zona merah pada 6 sampai dengan 11 Mei.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menjadikan saham CDIA sebagai salah satu saham pilihan untuk perdagangan Kamis (13/5/2026).

Broker efek tersebut melihat saham CDIA sedang konsolidasi dan merekomendasikan trading buy dengan titik masuk di kisaran 1.050 dan target harga 1.190. Sell on strength pada 1.230. Stoploss di bawah 970.

Sebelumnya diberitakan, emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengakuisisi 57,5% saham PT ELPI Trans Cargo dari PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) pada 8 Mei 2026. Akuisisi tersebut dilakukan CDIA melalui anak usahanya, yakni PT Chandra Shipping International.

PT ELPI Trans Cargo (ETC) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang non offshore, khususnya jasa pengangkutan logistik dan kargo, dengan mengutamakan armada tug & barge dan bulk carrier.

“Pada 8 Mei 2026, perseroan mengalihkan sebanyak 17.250 saham ELPI Trans Cargo kepada Chandra Shipping International, dengan total nilai nominal saham yang dialihkan sebesar Rp17,25 miliar,” kata Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo dalam laporan resminya kepada otoritas bursa, Senin (11/5/2026).

Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Wawan melanjutkan, pengendalian atas ELPI Trans Cargo (ETC) telah beralih kepada Chandra Shipping International. Sehingga, ELPI Trans Cargo tidak lagi menjadi entitas anak terkonsolidasi Pelayaran Ekalya efektif sejak tanggal 8 Mei 2026.

Wawan mengaku, penjualan kepemilikan saham di ELPI Trans Cargo tersebut akan memberikan dukungan terhadap kelangsungan usaha ETC, khususnya dalam pengembangan bisnis di sektor jasa offshore.

“Transaksi ini tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional perseroan, dan kegiatan usaha perseroan tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya,” kata dia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 32 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia