Harga Emas Lesu Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia bergerak lesu pada perdagangan Rabu (13/5/2026) di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pertemuan penting Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Dikutip dari Reuters, selain menunggu hasil KTT AS-China, investor juga masih memantau perkembangan konflik Timur Tengah, khususnya ketegangan terkait Iran dan Selat Hormuz.
Harga emas hari ini terlihat turun 0,338% ke level US$ 4.697,49 per ons troi saat berita ditulis. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS pengiriman Juni malah naik 0,4% ke level US$ 4.705,55 per ons troi.
Trump pada Selasa (12/5/2026) menyatakan, tidak membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang dengan Iran meski peluang tercapainya perdamaian permanen semakin menipis.
Di sisi lain, Iran dilaporkan memperketat kontrol terhadap Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.
Baca Juga:
Harga Emas Bisa Meledak ke US$ 17.250Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, Trump dan Xi Jinping akan membahas perang Iran dalam pertemuan pekan ini. Washington juga meminta Beijing mendukung upaya pembukaan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Pasar Tunggu The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






